Sabtu, 30 April 2011

Damba Cinta-Mu

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah, kejahilan hambaMu
Kusering melanggar laranganmu
Dalam sedar ataupun tidak
Kusering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu

Bilakah diri ini kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagiku ingat petang ku alpa
Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku Kau pimpinlah
Diri ini Yang mendamba cintaMu
Aku lemah Aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu

Ku sering depanMu
Sering jua kumemungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula


Bilakah diri ini kembali
Kepada fitrah sebenar
pagi ku ingat petang ku alpa
Begitulah silih berganti

Oh Tuhanku, kau pimpilah diri ini
Yang mendamba cintaMu
Aku lemah aku jahil tanpa pimpinan dari mu
Kau Pengasih Kau penyayang Kau Pengampun
Kepada hamba-hambamu
Selangkah ku kepadaMu Seribu Langkah kau padaku

Tuhan diri ini tidak layak ke syurgaMu
Tapi tidak pula aku snaggup kenerakaMu

Kutakut kepadaMu
Kuharap jua padaMu
Mogaku kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat

Jumat, 29 April 2011


Masjid adalah rumah Allah SWT. Seorang muslim yang berada di dalamnya berarti sedang menjadi tamu Allah SWT. Dia sesungguhnya sedang menjadi tamu Dzat Yang Maha Kuasa dan Pemurah yang memiliki seluruh kekayaan yang ada di langit dan bumi. Dialah dzat Yang Mahakaya dan senantiasa dipuja karena begitu agungnya karunia-Nya, besarnya anugerah-Nya, dan banyaknya pemberian-Nya. Orang yang berakal tidak akan menjauhkan dirinya dari semua itu hanya karena kemalasannya untuk ruku' beberapa kali atau melangkahkan kakinya beberapa langkah.
Wahai saudaraku kaum muslimin. Imam al-Thabarani telah meriwayatkan dari Sulaiman RA bahwa Nabi besar Muhammad SAW pernah bersabda : "Barang siapa berwudhu di rumahnya dengan sebaik - baiknya kemudian datang ke masjid, maka ia berarti telah mengunjungi Allah SWT. dan kewajiban tuan rumah adalah memuliakan tamunya."

Renungan

Ingatlah ketika anda akan Mati...
Mati itu belum berakhir dari segalanya..
Tetapi itulah awal mulanya kehidupan abadi, dimana kita Akan termasuk kedalam orang - orang yang beriman atau tidak,,,
dan Ada Syurga tentu juga ada Neraka... Sang Ridwan dan Sang Malik...
Selamat Berfikir...

Selasa, 26 April 2011

Meyempurnakan Wudhu

Sahabat Bertanya : " Bagaimana tata cara berwudhu ?"

Nabi Menjawab : "Sempurnakanlah wudhu dan sela-selalah diantara jari-jari dan bersungguh-sungguh dalam istinsyaq (memasukkan air kedalam hidung), kecuali jika kamu dalam keadaan puasa. " (HR.Ahmad)

Minggu, 24 April 2011

Mengapa Harus Sholat ?

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Assalamualaikum wa rohmatullohi wa barokatuh

Segala puji serta syukur hanya pantas didedikasikan kepada Allah tabaroka wa ta’ala. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,yang masih memberikan kita nikmat iman, islam, dan kesehatan. Kemudian sholawat serta salam semoga tersampaikan kepada baginda nabi besar Muhammad SAW,kepada keluarga, Sohabat dan para pengikut pengikutnya yang terus menjaga Sunnahnya hingga akhir zaman.

Sahabat, tahukah kalian ada satu ibadah yang memiliki sesuatu yang dikhususkan oleh Allah dan Rasulnya. .?

Adakah sahabat tahu apa ibadah itu. . .?

Ya… ibadah itu adalah ibadah yang memiliki kedudukan yang amat mulia, ibadah yang diturunkan oleh Allah langsung kepada Kekasih Nya, tidak melalui Malaikat Nya… Ibadah yang diturunkan dibulan yang begitu Mulia, dengan proses yang amat agung, yaitu proses naiknya Rasululloh ke langit menjumpai para rasul pendahulu dan menemui Penciptanya, ya…Isra Mi’raj dan bertemunya Rasululloh dengan Allah tabaroka wa ta’ala.

Adakah kalian tahu apa ibadah itu . .?

Ibadah itu adalah Sholat… Begitu khusus besarnya perintah ini hingga Ibadah ini langsung diturunkan tanpa perantara Jibril. Tidak hanya itu, bahkan sholat memiliki keistimewaan lainnya. Sadarkah kalian bahwa kata “aki mus sholah”(tegakkan Sholat) begitu sering kita temui dalam Ayat ayat suci Al qur’an. Berikut beberapa ayat suci Al qur’an dan Hadits yang membahas tentang keutamaan sholat :

  • “Sholat mencegah perbuatan Keji”

Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan perbuatan keji dan mungkar (QS. Al Ankabut (29) ; 45)

  • "Sholat adalah Pembeda antara orang muslim dengan kafir.

“Batas antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

“Perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan shalat berarti ia kafir.” (HR. Ahmad 5/346, At-Tirmidzi no. 2621, Ibnu Majah no. 1079)

  • Amal yang pertama dihisab adalah shalat.

”Amal yang pertama kali akan dihisab untuk seseorang hamba nanti pada hari kiamat ialah shalat, maka apabila shalatnya baik (lengkap), maka baiklah seluruh amalnya yang lain, dan jika shalatnya itu rusak (kurang lengkap) maka rusaklah segala amalan yang lain (H.R Tarmidzi,Abu Dawud,An nasa’I,Ibnu Majah, Ad Darimi dan Ahmad)

  • Sholat adalah tiang agama

“Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agama” (HR. Baihaqi)

  • Shalat untuk mengingat Allah:

”Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Thaahaa:14)

  • Sholat adalah terapi kesehatan

Sholat telah mengagetkan dunia kedokteran, karena ternyata didalam solat kita bagaikan sedang melakukan terapi keseatan,diantara hikmah gerakan solat adalah :

RUKUK (Pelenturan Memori Otak dan Ginjal)

Kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang, merupakan saraf sentral beserta sistem aliran darahnya. Rukuk yang sempurna akan menarik urat pinggang sehingga dapat mencegah sakit pinggang dan sakit ginjal. Tuas sistem keringat yang terdapat di pinggung, pinggang, paha , betis belakang, terpelihara oleh gerakan rukuk, dan tulang leher, serta saluran saraf memori juga terdapat kelenturannya.

.SUJUD (Pencegahan Koroner dan Stroke)

Pada saat sujud pembuluh darah nadi balik, dikunci dipangkal paha, sehingga tekana darah akan lebih banyak dialirkan kembali ke jantung dan di pompa ke kepala. Posisi sujud adalah cara maksimal untuk mengalirkan darah dan oksigen ke otak dan anggota tubuh di kepala. Posisi dujud adalah teknik terbaik untuk membongkar sumbatan pembuluh darah jantung sehingga mencegah koroner. Juga membuat pembuluh darah halus di otak mendapat tekanan lebih, sehingga bisa mencegah stroke.

  • Sebab turunnya Kemenangan

Sadarkah kalian ditiap azan, seorang muazzin mengumandangkan Hayya A’la Sholla,kemudian baru Hayya A’lal falah, mengumandangkan menegakkan Solat sebelum meraih kemenangan ?

Sadarkah kalian bahwa Sholat sangatlah penting ?

Sahabat,.. sungguh aku ingin mengingatkan diriku yang penuh dengan khilaf dan dosa ini akan pentingnya sholat, aku pun ingin mengingatkan kalian… jagalah sholat kita.

Sering kali kita letih dengan perjuangan dalam menegakkan agama ini,namun Allah belum menurunkan kemenangan. Apakah ini karena kita yang masih sering sekali meremehkan solat,atau bahkan meninggalkannya. . .

Astaghfirullohal adzim. . .

Ingatkah kalian bahwa setiap malam Rasululloh tidak pernah menikmati tidurnya hingga pagi ?

Rasululloh SAW selalu berdiri diakhir malam, dimalam yang begitu hening dan sepi, dimalam yang banyak sekali orang orang mungkin sedang bermimpi dalam tidurnya. Ia berdiri dalam solat..ia mengadu kepada Rabb yang amat mencintainya, Ia berdoa untuk agama ini, untuk Ummat ini. .?. Tidak jarang ia selalu terjatuh dalam solatnya. .kaki kecilnya yang tak mampu lagi menahan semangatnya yang begitu besar dalam memadu cintanya kepada Rabb nya. Padahal Allah menjanjikkan surge untuknya, padahal surge tidak boleh dimasuki sebelum kehadirannya.

Lalu bagaimana dengan kita ?

Ya Rabb

Engkaulah yang maha berkehendak,. Maha penguasa

Tanamkanlah sedalam dalamnya dalam diri kami kecintaan kepada Sholat

Beri kami kekuatan istiqomah dalam menjalankannya

Jadikan kami golongan orang orang yang khusyuk dalam sholat

Hanya kepada Engkau kami bersujud dan Hanya kepada Engkau kami meminta

Kabulkanlah Doa ini

Amin


sumber : Reza M Adiatma

Gaya Hidup Rasullallah SAW

Banyak yang beranggapan bahwa untuk menjadi sehat itu sulit dan memerlukan biaya yang tidak sedikit... Namun, pada kenyataannya tidak sesulit yang dibayangkan.... Banyak hal yg dpt dilakukan utk menjaga kualitas kesehatan, salah satunya adalah dgn melihat n mengikuti gaya hidup sehat yang dilakukan oleh Junjungan qt Nabi Muhammad SAW... Nabi SAW mencontohkan ini dalam kehidupannya dan dapat dengan mudah kita tiru:




1. Bangun Shubuh.

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan shalat sunah dan shalat Fardhu, shalat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah antara lain :
* Berlimpah pahala dari Allah.
* Kesegaran udara shubuh yang bagus untuk kesehatan misalnya untuk terapi penyakit TBC.
* Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
Dengan bangun pagi, pikiran dan perasaan juga biasanya lebih segar dan rileks. Bangun Shubuh juga dapat mencegah stroke dan tekanan darah tinggi yang umumnya rentan terjadi pada waktu itu karena penyempitan pembuluh darah. Di luar itu sebenarnya terkait asupan awal yang di terima tubuh, yakni udara segar. menurut para pakar udara, waktu Shubuh sangat baik karena kaya oksigen dan relatif masih bersih tak terkotori unsur lain. Udara yang baik tentu saja berguna untuk metabolisme tubuh dalam beraktivitas seharian penuh.



2. Minum Air Putih dan Madu

Nabi biasa membuka sarapan dengan air putih dan sesendok madu. Dua unsur ini sangat luar biasa manfaatnya. Madu Masyur sebagai penyembuh dan air putih kaya akan mineral yang menyukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan sebagai pencuci hati. Madu juga terkenal sebagai unsur yang dapat membersihkan usus dan mencegah peradangan.


3. Mengkonsumsi Minyak Zaitun

Saat siang dan menjelang sore, Nabi juga biasa mengkonsumsi cuka, minyak zaitun dan roti. Kombinasi makanan ini ternyata dapat menguatkan tulang, mencegah kepikunan serta menghancurkan kolesterol jahat dalam tubuh. pada musim dingin, makananan ini sangat baik menjaga kestabilan suhu tubuh.



4. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN.

Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumát beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumát adalah wajib bagi setiap orang2 dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman” (HR Muslim)



5. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN.

Sabda Rasul: “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) “(Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah (pembelajaran) khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.


6. GEMAR BERJALAN KAKI.

Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

7. TIDAK PEMARAH.

Nasihat Rasulullah: “Jangan Marah” diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah:

* Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring.
* Membaca Ta ‘awwudz (a’udzubillahimina asy-syaithonirrajiim), karena marah itu dari Syaithan.
* Segeralah berwudhu.
* Shalat 2 Rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan Hati.


8. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA.

Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqamah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.


9. TAK PERNAH IRI HATI.

Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa dan mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat. Kecuali untuk iri kepada 2 hal:

* Iri kepada orang yang memiliki harta yang melimpah tapi tidak segan untuk menafkahkan hartanya dijalan kebaikan.
* Iri kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas tapi tidak sungkan untuk mengajarkannya kepada orang lain siapa pun tanpa pilih kasih


10. Makan Sayuran di Malam Hari

Konsumsi sayuran di malam hari juga di lakukan Rasulllah SAW. beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah saw selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Meurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbath dan ba'dunis. Nama nama ini tak lain adalah sayuran yang juga banyak kita temui di negara kita. Bentuk olahan sayuran tertentu banyak ragamnya, seperti CapCay, Sayur Lodeh, Sayur Sup de el el.


Rasulullah biasanya tidak langsung tidur setelah makan malam, melainkan beraktivitas terlebih dulu supaya makanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah di cerna, caranya juga bisa dengan shalat looh....


Sabda Rosul :
Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena dapat membuat hati kalian menjadi keras (HR Abu Nu'aim dari Aisyah r.a)

Rasulullah saw sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang ia berolahraga sambil bermain dengan anak anak dan cucu cucunya. Pernah pula Rosulullah lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a.

Rasulullah saw tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Biasanya ia tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh. Terbukti apa yang dilakukan Nabi sangat baik karena sesuai sesuai dengan irama biologis tubuh.


Hubungan Antara Menolak Kemiskinan Dengan Ayat Pertama Surah Al-Ikhlas

Dalam kehidupan di zaman modern penuh fitnah dewasa ini, kita jumpai banyak sekali manusia yang hidup dipenuhi kegelisahan berkepanjangan. Dan salah satu kegelisahan tersebut bersumber dari kekhawatirannya akan jatuh miskin. Inilah fenomena nyata yang membuktikan betapa faham materialisme telah mendominasi mayoritas penduduk planet bumi. Kebanyakan orang saat ini jauh lebih takut akan kehilangan harta daripada kehilangan iman dan keyakinannya akan Allah Sang Pencipta jagat raya. Banyak orang telah menjadikan kesuksesan dalam kehidupan dunia sebagai tujuan utamanya. Padahal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan kita bahwa jika dunia telah menjadi fokus perhatian utama, maka hidup seseorang bakal berantakan dan kemiskinan bakal menghantui dirinya terus-menerus.

مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ

فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ

“Barangsiapa yang menjadikan dunia ambisinya, niscaya Allah cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran (kemiskinan) menghantui kedua matanya dan Allah tidak memberinya harta dunia kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.” (HR Ibnu Majah 4095)

Dan sebaliknya, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menegaskan bahwa hanya orang yang niat utamanya ialah kehidupan akhirat, maka hidupnya bakal berada dalam penataan yang rapih dan hidupnya akan dihiasi dengan kekayaan hakiki, yakni kekayaan hati. Bahkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallammenjamin orang tersebut bakal memperoleh dunia dengan jalan dunia yang datang kepada dirnya secara tunduk bahkan hina, bukan sebaliknya, ia yang harus mengejar dunia dengan hina sehingga merendahkan martabat diri.

وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ

وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Dan barangsiapa menjadikan akhirat keinginan (utamanya), niscaya Allah kumpulkan baginya urusan hidupnya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya (dengan tunduk).” (HR Ibnu Majah 4095)

Apa yang dapat kita simpulkan dari hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam di atas? Kesimpulannya ialah jika seorang hamba hidup dengan senantiasa sadar dan yakin bahwa Allah adalah Pemberi Rezeki sesungguhnya dan bahwa tugasnya sebagai orang beriman ialah terus-menerus mengokohkan keyakinan akan hidup yang sesungguhnya ialah di kampung akhirat nan kekal, bukan di negeri dunia nan fana ini, maka dengan sendirinya Allah-pun akan membalas keyakinannya yang mulia dan benar itu dengan balasan yang selayaknya sebagaimana Allah sendiri janjikan di dalam KitabNya:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ

حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

”Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl ayat 97)

Barangsiapa ber’amal sholeh, maka Allah jamin kehidupannya bakal baik di dunia dan Allah bakal balas dengan yang jauh lebih baik dari ’amal sholehnya di akhirat kelak. Namun, saudaraku, itu semua dengan syarat yang sangat fundamental, yaitu ”dalam keadaan beriman.” Dan iman yang paling pokok ialah ber-tauhid. Termasuk di dalamnya ialah hanya bergantung kepada Allah Yang Maha Ahad (Esa), tidak bergantung kepada apapun atau siapapun selain Allah.

Oleh karenanya, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam memberikan kabar gembira kepada setiap muwahhid (ahli tauhid). Bahwa hidup mereka bakal dijauhkan dari kemiskinan. Dan untuk memperoleh jaminan tersebut ternyata cukup dengan setiap kali pulang ke rumah membaca ayat pertama surah Al-Ikhlas sebelum masuk ke dalam rumah. Tentunya itu semua dilakukan bukan sekedar sebagai mantera berupa komat-kamit di bibir belaka. Namun ia mestilah diiringi dengan keyakinan penuh akan makna dari ucapan kalimat tersebut: “Qul huw-Allahu Ahad” (Katakanlah: Allah itu Maha Esa). Artinya, ucapkanlah sambil meyakini sedalam mungkin di dalam hati bahwa tidak ada tempat selain Allah untuk memohon dan mengharapkan datangnya rezeki berkah yang bakal mencukupi hidup kita plus hidup anak-istri plus biaya kita untuk beribadah, ber’amal, berda’wah dan berjihad di jalan Allah Ta’aala.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

" مَنْ قَرَأَ {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} [الإخلاص : 1 ]

حِينَ يَدْخُلُ مَنْزِلَهُ نَفَتِ الْفَقْرَ

عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْمَنْزِلِ ، وَالْجِيرانِ ".

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Barangsiapa membaca “Qul huw-Allahu Ahad” (surah Al-Iklash ayat pertama) ketika masuk ke dalam rumahnya, maka kefakiran (kemiskinan) bakal tertolak dari penghuni rumah tersebut dan kedua tetangganya.” (HR Thabrani)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ

وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ

وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan manusia (penagih hutang/debt collector).”



Sumber : http://www.facebook.com/home.php#!/notes/budi-imam-turmudi/hubungan-antara-menolak-kemiskinan-dengan-ayat-pertama-surah-al-ikhlas/210174312334019

Sabtu, 23 April 2011

Nasihat Abunawas

Imam Abunawas adalah seorang Waliyullah yang hidup pada zaman khalifah Harun Al-Rasyid. Pada suatu pagi Abunawas berdiri di hadapan masyarakat, lalu berkata kencang dan lantang, “Dengan ini kuumumkan bahwa aku, Abunawas adalah orang yang benci pada perkara yang haq, sangat suka pada fitnah, dan dalam beberapa tahun ini aku lebih kaya daripada Tuhan”.

Masyarakat gempar sampai akhirnya Abunawas ditangkap oleh punggawal khalifah karena dinilai membahayakan keutuhan akidah. Ia segera dihadapkan langsung kepada Khalifah Harun Al-Rasyid.

Khalifah bertanya, “Apa betul tuan mengatakan sangat benci pada yang haq?”

“Betul”, Jawab Abunawas dengan tenang. “Malah bukan saya, baginda khalifah juga sama”, celotehannya lagi.

“Aku benci pada yang haq? Buktikan tuduhan tuan yang keji itu”, hardik Harun AL-Rasyid yang sudah naik pitam. Untung ia masih mampu menahan diri.

Abunawas menjelaskan, “Bukankah baginda yakin bahwa kematian dan neraka adalah harq ? Dan sebagaimana saya juga, baginda sangat benci kepada kematian dan neraka?”

Khalifah terdiam sebentar mengakui kebenaran Abunawas. Lalu ia membentak, “tapi jangan katakana bahwa tuan amat suka pada fitnah. Itu merusak ketentraman masyarakat”.

“Sekali lagi, saya wajib katakana yang sebenar”nya, bahwa yang menyenangi fitnah bukan hanya saya, baginda juga”, sahut Abunawas.

“Hah ? Aku menyukai fitnah ? ini sudah keterlaluan”, damprat khalifah.

“izinkan saya menjelaskan kenyataan ini. Tidakkah Allah mengatakan dalam Al-Qur’an bahwa harta dan anak adalah fitnah ? Bukankah baginda amat suka kepada harta dan anak ?”

Lagi-lagi Harun Al-Rasyid terpojok. Ia kemudian menegur, “Baiklah, hal itu kuakui kebenarannya. Namun lancang sekali, malah bisa murtad kalau tuan menyombongkan diri lebih kaya dari Tuhan. Tuan adalah ulama besar, tidak sepatutnya berkata begitu. Tuan bisa dihukum mati”.

“Sabarlah baginda, perhatikan penjelasan saya”, jawab Abunawas dengan tenang. “Saya katakana lebih kaya dari Tuhan karena ada buktinya. Saya memiliki banyak anak, tapi Tuhan tidak memiliki anak seorangpun. Bukankah saya lebih kaya daripada Tuhan ?”.

Terpaksa khalifah tersenyum, lantas bertanya. “Jadi apa maksud tuan mengatakan hal – hal itu yang menghebohkan tadi ?”.

“Maksud saya hanya untuk mengingatkan baginda agar selalu ingat mati dan siksa neraka, agar tidak terpukau oleh harta dan keluarga, dan agar baginda tidak berhenti memberikan pengertian kepada rakyat tentang keesaan Allah SWT,” jawab Abunawas.

Mendengar penjelasan Abunawas, Harun Al-Rasyid terdiam sambil termangu mendapatkan nasihat yang sangat berharga tersebut.


Rabu, 20 April 2011

Tuhanku, ampunkanlah, segala dosaku... Tuhanku, maafkanlah.. Kejahilan hambamu ini... Bila diri ini akan kembali, tempatkanlah oh Tuhanku, kau pimpinlah diri ini yg mendamba cinta-Mu, aku lemah, aku jahil tanpa pimpinan dari-Mu, kau pengasih, kau penyayang, kau pengampun kepada hamba"mu, selangkahku, kepadamu, seribu langkah kepadamu, kau pengasih, kau penyayang, kau pengampun, kepada hamba"mu...Tuhan diri ini tidak layak untuk ke Syurgamu, tpi tidak pula aku sanggup ke Nerakamu. Bila aku mati, berikanlah aku kematian dalam keadaan khusnul khatimah ya اَللّهُ... ‎​​آمِّينَ ‎​آمِّينَ

Primitifnya Kaum Salib


Selain kesaksian seorang pengelana Muslim dari Andalusia bernama Ibnu Jubayr, kisah-kisah mengenai kelakuan para ksatria pasukan Salib ketika berada di wilayah pendudukan Yerusalem dan sekitarnya, juga dicatat oleh Usamah ibn Munqidz. Siapa Usamah?

Profesor Carole Hillenbrand dalam The Crusade; Islamic Perpective (1999) menulis: “Usamah adalah seorang bangsawan Arab dengan hubungan kekerabatan yang membanggakan. Lahir pada 488 H/1095 M, tahun ketika Paus Urbanus II menyeru umat Kristen untuk mengangkat Salib menuju Tanah Suci untuk menyelamatkan dari orang kafir. Usamah wafat pada 584 H/1188 M, tak lama setelah Saladin (Salahuddin al-Ayyubi) merebut kembali Yerusalem untuk umat Islam. Usamah mengenal kaum Frank sejak masa kecil di rumahnya di puri Syayzar yang terletak di tepi Sungai Orontez di utara Suriah.

Ia mulai memerangi kaum Frank ketika remaja dan kemudian mengenal mereka secara lebih dekat sepanjang sisa masa hidupnya yang penting, dalam masa damai dan perang. Karena kedudukan sosial dan pendidikannya yang tinggi, Usamah dihormati oleh kaum Frank. Bahkan Usamah berteman dengan ksatria kaum Frank dan dikirimkan dalam misi diplomatik ke kerajaan tentara Salib di Yerusalem.”

Usamah menyusun sebuah buku berjudul ‘Memoirs’ yang menjadi salah satu acuan utama para peneliti tentang pandangan kaum Muslim terhadap tentara Salib. Salah satu kisah laporan pandangan mata yang ditulis Usamah, yang paling banyak dikutip para peneliti sejarah, adalah tentang apa yang dialami Salim—salah satu pelayannya dari Maa’rat al-Nu’man—yang ketika itu tengah bekerja di sebuah tempat pemandian umum milik ayah Usamah. Lokasi pemandian ini berada di Timur Dekat, dan termasuk tempat pemandian yang mewah karena pelanggannya adalah para ksatria kaum Frank. Dalam laporannya Salim menulis:

“Saya bekerja di pemandian di al-Ma’arrat untuk nafkah saya. Suatu hari datang seorang ksatria kaum Frank ke tempat pemandian itu. Ksatria kaum Frank itu tidak suka jika seseorang memasang penutup yang mengelilingi pinggang saat berada di pemandian. Maka ksatria kaum Frank itu mengulurkan tangannya dan menarik lepas penutup yang ada di pinggang saya dan melemparkannya jauh-jauh. Dia menatap saya dan melihat bahwa saya baru saja mencukur bulu kemaluan saya. Kemudian dia berseru, “Salim!” Ketika saya mendekatinya dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh bulu kemaluan saya dan berkata, “Salim, Bagus! Demi kebenaran agamaku, lakukan hal yang sama padaku.”

Usai berkata, dia bersandar dan saya melihat rambut kemaluannya sama seperti janggutnya. Saya kemudian mencukurnya. Lalu dia meraba bagian tersebut. Begitu mengetahui bahwa bagian itu telah bersih, dia berkata, “Salim, demi kebenaran agamaku, lakukan juga pada nyonya (al-dama, merujuk pada isteri).

Ksatria itu kemudian berkata kepada pelayannya, “Beritahu nyonya agar datang ke sini.” Pelayan itu pergi lalu kembali bersama nyonya dan membawanya masuk ke dalam pemandian. Di nyonya juga berbaring. Ksatria itu mengulangi, “Lakukan seperti yang telah kau lakukan padaku.” Maka saya kemudian mencukur semua bulu kemaluannya sementara suaminya duduk sambil memperhatikan. Akhirnya dia mengucapkan terima kasih dan membayar pelayanan yang telah saya berikan.”

Tentang kisah ini, Hillenbrand menyampaikan pandangannya, “Di dalam masyarakat yang kaum prianya melindungi kaum wanita, dan yang kaum wanitana dilarang memperlihatkan wajah mereka tanpa tutup kecuali kepada sejumlah kerabat pria tertentu, kelakuan ksatria Salib tersebut dengan isterinya, …memperlihatkan titik kesalahan dan kebejatan kaum Frank dan tidak adanya rasa cemburu yang memang “pantas” serta memperkuat nilai-nilai masyarakat Muslim.”

Yang dikisahkan oleh Usamah adalah sikap seorang ksatria kaum Frank, salah satu pemimpin pasukan tentara Salib, yang seperti itu. Masyarakat Muslim akan berpikir, jika seorang tokoh masyarakatnya yang konon berpendidikan saja seperti itu, maka apatah lagi orang-orang yang strata sosialnya berada di bawahnya.

Buas, Jorok, dan Seks Bebas

Dari beberapa literatur yang ada, kaum Muslim menggambarkan sifat dan tabiat orang-orang Frank, termasuk para ksatrianya, adalah jorok (tidak mengerti kebersihan, baik kebersihan pribadi maupun lingkungan), buas, dan sangat permisif terhadap hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Walau tentara Salib ini menyatakan diri berperang atas dasar agama dan dilepas oleh Paus Urbanus yang menjadi wakil tuhan mereka di bumi, namun apa yang terjadi di lapangan ternyata mengkhianati dasar-dasar keyakinan mereka sendiri. Untuk memenuhi hasrat seksualnya, mereka mendatangkan sejumlah wanita muda Eropa yang bertindak bagaikan pelacur. Selain itu, ada banyak kaum Muslimah yang juga menjadi korban pemerkosaan.

Bahkan mereka ini tak segan-segan memakan bangkai kaum Muslim yang menjadi tawanannya seperti yang terjadi saat tentara Salib mengepung Marr’at al-Nu’man sebelum masuk ke Yerusalem di awal perang Salib.

Walau demikian, perang Salib yang berjalan lama ini, agaknya juga menyadarkan orang-orang Eropa jika kaum Muslimin dan peradabannya ternyata tidak rendah seperti yang awalnya mereka sangka. Pada awalnya, orang Eropa menyebut orang Muslim sebagai Barbarian. Namun akibat kontak yang intensif dari perang Salib, Lambat laun mereka menyadari bahwa yang barbar sesungguhnya adalah kaum mereka, bukan Muslim. Banyak dari para sarjana mereka mengakui jika kaum Muslimin tinggi peradabannya dan mereka harus banyak belajar dari kaum yang mengesakan tuhan ini. Mulailah terjadi transfer berbagai bidang ilmu, dari Jazirah Arabia ke daratan Eropa. Sayangnya, kondisi sekarang telah berbalik seratus delapan puluh derajat.