Selasa, 20 Desember 2011

Pengertian Shalat Jum'at, Hukum, Syarat, Ketentuan, Hikmah Dan Sunah Solat Jumat


A. Arti Definisi / Pergertian Shalat Jumat

Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.

B. Hukum Sholat Jum'at

Shalah Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam, merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi bagi para wanita / perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat tidaklah wajib hukumnya.

Dalil Al-qur'an Surah Al Jum'ah ayat 9 :

" Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

C. Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat

1. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk sholat jumat. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan solat jum'at di tempat sementara seperti tanah kosong, ladang, kebun, dll.
2. Minimal jumlah jamaah peserta salat jum'at adalah 40 orang.
3. Shalat Jum'at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah dua khutbah dari khatib.

D. Ketentuan Shalat Jumat

Shalat jumat memiliki isi kegiatan sebagai berikut :
1. Mengucapkan hamdalah.
2. Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW.
3. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
4. Memberikan nasihat kepada para jamaah.
5. Membaca ayat-ayat suci Al-quran.
6. Membaca doa.

E. Hikmah Solat Jum'at

1. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama, beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi.
2. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. Semua sama antara yang miskin, kaya, tua, muda, pintar, bodoh, dan lain sebagainya.
3. Menurut hadis, doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan dikabulkan.
4. Sebagai syiar Islam.

F. Sunat-Sunat Shalat Jumat

1. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at.
2. Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi seperti bersisir, mencukur kumis dan memotong kuku.
3. Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol).
4. Menyegerakan datang ke tempat salat jumat.
5. Memperbanyak doa dan salawat nabi.
6. Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai.

Sumber : Buku Pelajaran Sekolah Agama Islam (mohon maaf kalau tidak ada dalil, kalau bisa bantu melengkapi/memperbaiki).

Selasa, 06 Desember 2011

Haha, bolehlah kalian tenar disana sini. tidak ada orang yang tidak kenal sama anda di DUNIA ini. tapi itu semua percuma kalau pada dasarnya anda tidak sholat. Anda terkenal di DUNIA saja, tapi di akhirat nanti yang menemani anda ular-ular besar dan tentunya akan memangsa anda, so segeralah merenung, sebelum merugi dan siksaan akhir itu tentu ada dan kita pasti dibangkitkan kembali untuk dimintai pertanggung jawaban atas kelakuan kita di DUNIA yg penuh sandiwara ini

Sabtu, 03 Desember 2011

... Yang paling dekat dalam hidup kita adalah kematian. Saking dekatnya, tiba tiba ia sudah sampai di ujung tenggorokan kita dan tinggalah penyesalan di hari KIAMAT yang tiada berguna ... (Imam Al-Ghazali)

Senin, 28 November 2011

- dan (kami buatkan pula) pintu" (perak) bagi rumah" mereka, dan (begitu pula) dipan" tempat mereka bersandar, (Kami buatkan pula) perhiasan" dari emas. dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang" yang bertakwa. (QS. Az-Zukhruf 40-41)
kekayaan dan perhiasan hanyalah kenikmatan hidup duniawi, sedang kebahagiaan akhirat hanya dpt dicapai dengan takwa.

Rabu, 23 November 2011

Kisah Rasa Syukur :
ada 5 ekor hewan yg sedang berkumpul yaitu Kambing, Sapi, Anjing, dan Babi.
suatu hari Kambing berkata "Sungguh saya bersyukur, karena saya adalah binatang yang halal, baik daging dan buluku dijadikan keperluan untuk manusia tidak seperti kau Sapi.

Sapi pun menjawab : biarpun demikian, aku tetap bersyukur karena dagingku pun masih tetap halal dan susuku bisa diminnum untuk kesehatan. daripada anjing yang dagingnya Haram.

Anjing pun juga menjawab : Memang dagingku haram dan liurku najis, akan tetapi aku tetap bersyukur, karena aku masih bisa bermanfaat untuk menolong manusia mencari penjahat, dibanding babi yang tidak bermanfaat. sudah najis, haram dan tidak ada manfaatnya sama sekali.

Dan akhirnya Babi pun menjawab atas argumen anjing tersebut : Memang aku najis, dan dagingku pun haram serta aku tidak bermanfaat. tetapi aku masih bersyukur menjadi babi daripada menjadi manusia yang tidak memiliki rasa syukur serta kufur.

Saudara sekalian. hikmah dari kisah tersebut : Kita sebagai Manusia haruslah bersyukur dengan segala kesempurnaan yg telah Allah berikan untuk kita. kita harus bersyukur dengan apapun yg terjadi. baik susah maupun senang. Hewan saja bisa bersyukur kenapa manusia tidak?

Kita tinggal pilih, ingin menjadi Manusia yang MULIA atau HINA dimata Allah SWT...

Selasa, 22 November 2011

Nasib orang-orang yang menentang Ayat-ayat Allah dan Rasulnya :

-Apakah kamu tidak memperhatikan orang" yang (selalu) membantah ayat" Allah? bagaimana mereka dapat dipalingkan? (QS.Al-Mu'min 69)

-(Yaitu) orang" yg mendustakan Kitab (Al-Qur'an) dan wahyu yang dibawa oleh Rasul-Rasul Kami yg telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui (QS.Al-Mu'min 70)

-Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, (QS.Al-Mu'min 71)

- Ke dalam air yg sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api, (QS.Al-Mu'min 72)

- Kemudian dikatakan pada mereka, "manakah berhala" yg selalu kamu persekutukan, (QS.Al-Mu'min 73)

- Yang kamu sembah selain Allah? Mereka menjawab, "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu." Demikianlah Allah membiarkan sesat orang" kafir. (QS.Al-Mu'min 74)

- Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di Bumi (tanpa) mengindahkan kebenaran dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). (QS.Al-Mu'min 75)

- (Dikatakan kepada mereka), "Masuklah kamu ke pintu-pintu Neraka jahanam, dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong." (QS.Al-Mu'min 76)

- Maka bersabarlah engkau (Muhammad), sesungguhnya janji Allah itu benar, meskipun Kami perlihatkan kepadamau sebagian siksa yang Kami ancamkan kepada mereka, atau pun Kami wafatkan engkau (sebelum ajal menimpa mereka), namun kepada Kamilah mereka dikembalikan. (QS.Al-Mu'min 77)

Rabu, 16 November 2011

... Di dunia ini banyak orang yang percaya bahwa Tuhan itu ada. Mereka percaya mengenai keberadaan Tuhan karena memang bukti-bukti Tuhan ada itu tidak dapat disangkal lagi. Akan tetapi, Tuhan yang diyakini banyak orang adalah TUHAN YANG JAUH. Mereka tidak bisa membayangkan bahwa TUHAN itu sesungguhnya begitu dekat, bahwa TUHAN itu senantiasa bersama kita setiap saat ...

Selasa, 08 November 2011

... saat insan terlahir dia menangis dan semua orang tersenyum gembira, saat insan yg selama hidupnya banyak berbuat baik kembali padaNYA dia tersenyum, semua orang bersedih dan merasa sangat kehilangan ...
... Berilah nasihat yg lemah lembut dan jangan memberi nasihat yg membuatnya merasa ditelanjangi ...

Kamis, 03 November 2011

berdoa dengan kesungguhan hati

Rasulullah SAW bersabda : "Apabila kamu berdoa janganlah berkata, 'Ya Allah ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki.' Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah SWT berbuat segala apa yang dikehendaki-Nya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya."

(HR. Bukhari dan Muslim)

dilarang merendahkan mengenai suatu kebaikan

Rasulullah SAW bersabda : "Janganlah engkau memandang rendah bentuk apapun dari kebaikan, walaupun engkau hanya bertemu dengan saudaramu dengan muka manis."

(HR. Muslim)

pusaka kebajikan

Rasulullah SAW bersabda : "Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)."

(HR. Ath-Thabrani)

beribadah di masjid

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah SWT (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah SWT wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajatnya."

(HR. Muslim)

larangan berperangai jahat

Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah SWT murka kepada orang yang berperangai jahat dan berlidah kotor."

(HR. At-Tirmidzi)

saling mengasihani dan menghargai

Rasulullah SAW bersabda : "Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak mengasihani orang yang lebih muda dan tidak menghargai kehormatan orang yang lebih tua di antara kita."

(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

orang yg mendapatkan hidayah

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah."

(HR. Al-Baihaqi)

menyambung tali silaturahmi

Rasulullah SAW bersabda : "Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi)."

(HR. Muslim)

adu domba

Rasulullah SAW bersabda : "Tidak akan masuk surga seorang yang memfitnah (mengadu domba)."

(HR. Bukhari dan Muslim)

kesabaran

Rasulullah SAW bersabda : "Tiada suatu yang menimpa pada seorang muslim berupa lelah atau penyakit, atau kerisauan, kesedihan atau gangguan sampaipun duri yang mengenainya melainkan Allah SWT akan menjadikan semua itu sebagai penebus dosanya."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Minggu, 23 Oktober 2011

sesungguhnya perumpamaan dunia adalah seperti ular : lembek bila disentuh, tetapi rancunnya sangat membunuh. Anak kecil yang tidak mengerti suka sekali menyentuhnya, sedangkan orang yang cerdik lagi pandai berhati-hati terhadapnya. Oleh karena itu, berpalinglah dari apa yang menakjubkanmu di dunia ini karena hanya sedikit darinya yang bersahabat denganmu"(Imam Ali bin Abi Thalib A.S dalam suratnya kepada Salman Al-Fa

Jumat, 21 Oktober 2011

Pepatah arab mengatakan :
Raih mimpimu, jalani yang tak anda ingini, anda tak akan meraih yang anda inginkan hingga anda siap menjalani hal-hal yang tidak anda inginkan.

Terdengar aneh mungkin. Siapapun rasanya tidak ingin menjalani sesuatu yang tidak di sukai. Seseorang yang tak suka makanan pedas, akan marah atau menolak jika di berikan makanan pedas. Orang yang terbiasa dengan kipas atau AC akan merasa ketidaknyamanan manakala harus berada di ruang yang panas. Orang yang terbiasa dengan kehidupan yang mewah akan merasa terbebani jika suatu saat harus menghadapi kondisi yang sulit.

Namun pada kenyataannya, kehidupan bukanlah suatu pertunjukan yang dimana kita berperan sebagai sutradara dengan berbagai macam adegan yang kita inginkan. Kita hanya berperan sebagai hamba dari Allah Rabb semesta alam. DIAlah yang mengatur berbagai macam takdir yang telah di sediakan untuk kita jalani. DIAlah sutradara dan produser dari sebuah pertunjukan dunia. Sebagai hamba, seringnya kita hanya menginginkan suatu adegan yang nyaman dan mudah. Tapi Allah sang sutradara tak inginkan kita lemah hanya dengan suatu kemudahan dan kenyamanan.

Allah memberi kita airmata. Tentu sejatinya sebagai manusia kita menolak. Meskipun takdir harus tetap di jalani. Yakinlah, bahwa di balik skenario yang kadang terkesan “kejam” ada rahasia indah di balik semua itu. Karena Allah tak pernah menciptakan suatu kesia-siaan dunia ini melainkan ada hikmah yang terkandung di dalamnya.

Allah memberi kita kesenangan dan kebahagiaan. Banyak orang yang menikmatinya bahkan lalai karenanya. Karena itu, Allah tak ingin hambaNya menjadi terlena dan lupa sehingga di berikannya suatu kesulitan agar hambaNya menjadi manusia yang bertaqwa dan tidak ingkar pada nikmat yang Allah berikan.

Seorang murid, ia tak akan pernah merasakan tingkatan-tingkatan kelas sebelum ia melaksanakan peraturan dari sekolah yaitu mengikuti ujian. Ujian yang merupakan rangkuman dari semua mata pelajaran yang telah di sampaikan oleh sang guru. Ujian yang bukan untuk “menyiksa” seorang murid untuk memberi tekanan untuk belajar lebih giat tapi melihat seberapa besar kemampuan murid tersebut menerima hasil pelajaran yang di sampaikan gurunya selama beberapa bulan sebelumnya. Kemampuan murid satu dengan lainnya akan berbeda, sehingga nilai yang di hasilkannya pun berbeda. Tapi, ketika murid tersebut lulus dalam ujian maka otomatis ia akan menaiki jenjang kelas yang lebih tinggi.

Seorang pendaki gunung, tak akan pernah menikmati keagungan Allah di puncak gunung sebelum ia rela untuk melelahkan diri mendaki medan terjal yang membutuhkan waktu tidak sebentar. Tapi memang segala perjuangan akan menjadi kenikmatan dan sesuatu yang tak terlupakan ketika sebuah puncak mampu di daki. Dan dalam sebuah perjalanan tersebut tersimpan banyak hikmah yang terkandung jika kita mau memikirkannya. Bagaimana kita mengasah empati kita untuk menghormati kawan yang tidak memiliki fisik kuat, sehingga mau tak mau kita harus ikhlas dan rela untuk tidak meninggalkannya sendiri. Mampu melatih diri dalam keterbatasan kehidupan di alam bebas. Mampu berbagi dengan sesama dalam hal apapun dan lain sebagainya.

Seperti itulah kehidupan. Mungkin tak ada murid yang ingin ujian, tapi mereka harus menjalaninya untuk mecapai tingkat yang lebih tinggi dan tak akan ada yang bias meceritakan keindahan puncak gunung jika semua orang enggan untuk berlelah diri. Tak ada pengakuan iman tanpa ujian. Tak ada kesuksesan tanpa di sertai onak dan duri yang menjadikan kita strong dan fight terhadap kehidupan.

Kesulitan, ketidaknyamanan, kesedihan, jatuh. Semua adalah bentuk cinta Allah kepada para hambaNya. Sesuatu yang sangat tidak kita inginkan tapi sebenarnya kita membutuhkannya. Bilamana kita mampu meraih mimpi kita, semua jatuh dan bangun yang telah kita alami akan menjadi suatu warna tersendiri yang tak akan pernah terlupa dan menjadikan diri kita menjadi pribadi kuat serta tetap rendah hati.

Minggu, 11 September 2011

Khilaf Terakhir

... Tuhan, Tolonglah saya dari perbuatan munafik.. sesungguhnya itu juga yg tidak akan membuat saya bisa mencium bau syurga. Untuk itu, maafkanlah kekhilafan saya untuk yg terakhir kalinya. Saya ingin berbicara lagi denganmu Tuhan... (!_!)

Kamis, 08 September 2011

Mari Sejenak Untuk Merenung

... Kematian adalah Nyanyian Sunyi. Kematian adalah sebuah kesepian. Kematian adalah Kesendirian. bahkan Kematian adalah Kengerian yg tak terbayangkan. Bagaimana Mungkin Bisa Membayangkan Kematian, Ketika Kita Tidak Pernah Merasakan ..? Kinilah Saatnya Untuk Merenung, Bertanya Kepada Diri Sendiri, Sudah Siapkah Kita Untuk Mati ? Bukan, Bukan Untuk Mati, Melainkan Untuk Mengarungi Hidup Sesudah Mati ...

Selasa, 06 September 2011

Sedekah yang Paling Afdol

Dalam sebuah hadits terdapat penjelasan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai aktifitas bersedekah yang paling utama alias afdhol.

Tidak semua bentuk bersedekah bernilai afdhol. Bagi orang yang berusia muda dan sedang energik tentunya bersedekah memiliki nilai lebih tinggi di sisi Allah daripada bersedekahnya seorang yang telah lanjut usia, sakit-sakitan, dan sudah menjelang meninggal dunia.

Untuk itulah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberikan gambaran kepada ummatnya mengenai sedekah yang paling afdhol.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ حَرِيصٌ

تَأْمُلُ الْغِنَى وَتَخْشَى الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ

قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhary)

Coba lihat betapa detilnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan ciri orang yang paling afdhol dalam bersedekah. Sekurangnya kita temukan ada empat kriteria: (1) Dalam keadaan sehat lagi loba alias berambisi mengejar keuntungan duniawi; (2) dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya; (3) dalam keadaan sangat khawatir menjadi miskin dan (4) tidak dalam keadaan sudah menjelang meninggal dunia dan bersiap-siap membuat aneka wasiat soal harta yang bakal terpaksa ditinggalkannya.

Pertama, orang yang paling afdhol dalam bersedekah ialah orang yang dalam keadaan sehat lagi loba alias tamak alias berambisi sangat mengejar keuntungan duniawi.

Artinya, ia masih muda lagi masa depan hidupnya masih dihiasi aneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seorang yang sukses, mungkin dalam karirnya atau bisinisnya.

Dalam keadaan seperti ini biasanya seseorang akan merasakan kesulitan dan keengganan bersedekah karena segenap potensi harta yang ia miliki pastinya ingin ia pusatkan dan curahkan untuk modal menyukseskan berbagai perencanaan dan proyeknya.

Dengan dalih masih dalam tahap investasi, maka ia akan selalu menunda dan menunda niat bersedekahnya dari sebagian harta yang ia miliki. Karena setiap ia memiliki kelebihan harta sedikit saja, ia akan segera menyalurkannya ke pos investasinya.

Setiap uang yang ia miliki segera ia tanam ke dalam bisnisnya dan ia katakan ke dalam dirinya bahwa jika ia bersedekah dalam tahap tersebut maka sedekahnya akan terlalu sedikit, lebih baik ditunda bersedekah ketika nanti sudah sukses sehingga bisa bersedekah dalam jumlah ”signifikan” alias berjumlah banyak. Akhirnya ia tidak kunjung pernah mengeluarkan sedekah selama masih dalam masa investasi tersebut.

Kedua, bersedekah ketika dalam keadaan sedang sangat ingin menjadi kaya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya. Sebab bila seorang yang sedang berambisi menjadi kaya bersedekah berarti ia bukanlah tipe orang yang hanya ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri.

Ia sejak masih bercita-cita menjadi kaya sudah mengembangkan sifat dan karakter dermawan. Hal ini menunjukkan bahwa jika Allah izinkan dirinya benar-benar menjadi orang kaya, maka dalam kekayaan itu dia bakal selalu sadar ada hak kaum yang kurang bernasib baik yang perlu diperhatikan.

Sekaligus kebiasaan bersedekah yang dikembangkan sejak seseorang baru pada tahap awal merintis bisnisnya, maka hal itu mengindikasikan bahwa si pelaku bisnis itu sadar sekali bahwa rezeki yang ia peroleh seluruhnya berasal dari Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah Ar-Razzaq.

Hal ini sangat berbeda dengan orang kaya dari kaum kafir seperti Qarun, misalnya. Qarun adalah tokoh kaya di zaman dahulu yang di dalam meraih keberhasilan bisnisnya menyangka bahwa kekayaan yang ia peroleh merupakan buah dari kepiawaiannya dalam berbisnis semata.

Ia tidak pernah mengkaitkan kesuksesan dirinya dengan Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah swt.

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِ

“Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".(QS Al-Qshshash ayat 78)

Ketiga, sedekah menjadi afdhol bila si pemberi sedekah berada dalam keadaan khawatir menjadi miskin. Walaupun ia dalam keadaan khawatir menjadi miskin, namun hal ini tidak mempengaruhi dirinya. Ia tetap berkeyakinan bahwa bersedekah dalam keadaan seperti itu merupakan bukti ke-tawakkal-annya kepada Allah.

Ia sadar bahwa jika Allah kehendaki, maka mungkin sekali dirinya menjadi kaya atau menjadi miskin. Itu terserah Allah. Yang pasti keadaan apapun yang dialaminya tidak mempengaruhi sedikitpun kebiasaannya bersedekah.

Ia sudah menjadikan bersedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:

أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

”... yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)

Keempat, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sangat mewanti-wanti agar jangan sampai seseorang baru berfikir untuk bersedekah ketika ajal sudah menjelang. Sehingga digambarkan oleh beliau bahwa orang itu kemudian baru menyuruh seorang pencatat menginventarisasi siapa-siapa saja fihak yang berhak menerima harta miliknya yang hendak disedekahkan alias diwasiatkan.

Ini bukanlah bentuk bersedekah yang afdhol. Sebab pada hakikatnya, seorang yang bersedekah ketika ajal sudah menjelang, berarti ia melakukannya dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain.

Bila seseorang bersedekah dalam keadaan ia bebas memilih antara mengeluarkan sedekah atau tidak, berarti ia lebih bermakna daripada seseorang yang bersedekah ketika tidak ada pilihan lainnya kecuali harus bersedekah.

Itulah sebabnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam lebih menghargai orang yang masih muda lagi sehat bersedekah daripada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berfikir untuk bersedekah.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedekah yang paling afdhol. Terimalah, ya Allah, segenap infaq dan sedekah kami di jalanMu. Amin.-

Senin, 05 September 2011

Carilah Jalan Menuju Hidayah Rabbmu

Abud Dzar yang menyambut seruan dakwah Nabi Shallahu alaihi wa sallam, sesudah Nabi menyebarkan kepadanya dengan sederhana lgi mudah seperti yang telah diterangkan sebelumnya. Sesudah itu Abu Dzar ra langsung pergi ke bukit Shafa, lalu berteriak : "Hai orang-orang Quraiys, aku telah mengakui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah".

Kalimat sangat menyengat perasaan pemimpin yang melampaui batas dari kalangan orang-orang kafir Quraiys. Mereka berdatangan kepadanya dari segala penjuru dan langsung memukulinya beramai-ramai, hinga hampir saja Abu Dzar tak sadarkan diri dan tubuhnya bermandikan darah. Rasul pun datang kepadanya,sedang tubuhnya penuh dengan darah, karena luka pukulan mereka dan keadaannya seakan-akan mengatakan :

"Jika memang menyenangkan hatimu apa yang telah dilakukan oleh orang yang dengki kepada kami, maka luka ini tidak lah terasa sakit , jika engkau merasa ridha kepadaku".

Rasul Shallahu alaihi wa sallam tersenyum dan bersabda : "Aku tidak memerintahkan ini kepadamu".

Apa artinya pembelaan seperti ini? Apa artinya pengobanan seperti ini?

Selanjutnya, Nabi Shallahu alaihi wa sallam bersabda : "Sekarang pulanglah ke kampung kaummu. Sampai bersua nanti!

Abu Dzar ra pulang dan menebarkan hidayah kepada kaumnya, karena sesungguhnya seorang muslim pada hari dia masuk Islam, tujaun agar dengan Dia memberi petunjuk kepada banyak orang, karena manusia sangat membutuhkan seruan dakwahnya.

"Engkau adalah perbendaharaan mutiara, dan pertama dalam kemelut dunia, meskipun mereka tidak mengenalmu. Engkau adalah dambaan semua generasi, mereka merindukan seruanmu yang tinggi, meskipun tidak mendengarmu".

Abu Dzar bangkit dan mengumpulkan semua kabilahnya di padang sahara, lalu berkata kepada mereka : "Darahku haram bagi darahmu, tubuhku haram bagi tubuhmu, dan harta haram bagi hartamu, sebelum kamu beriman kepada Allah", tegas Abu Dzar. Selanjutnya, Abu Dzar menerankgan agama Islam, seperti yang didengarnya dari Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam.

Belum lagi ia tidur pada malam itu telah beriman sebanyak 70 keluarga berikut dengan kaum wanita, kaum pria, dan anak-anak mereka. Selanjutnya, Abu Dzar menghadap ke rah sebuah pohon yang ada di sana dan dia mulai bermeditasi, karena sesungguhnya dia belum mengetahui shalat dan memang shalat waktu itu belum difardhukan.

Ketika Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam berhijrah ke Madinah, tiba-tiba datang Abu Dzar di barisan paling depan dari kaummnya yang telah beriman. Para shahabat pun keluar. Mereka mengira bahwa di sana ada pasukan musuh yang datang dengan maksud menyerang kota Madinah.

Nabi Shallahu alaihi wa sallam keluar pula bersama dengan para shahabatnya dan ternyata yang datang adalah Abu Dzar, seorang lelaki yang hidup atas dasar kalimah "laa ilaaha illalloh", dan bersujud kepada Tuhan yang telah menurunkan kalimah "laa ilaaha illalloh", sed ang dibelakangnya adalah para muridnya yang telah berhasil diislamkannya.

Setelah melihat kedatangan peringatan dini yagn membawa berita gembira alias Abu Dzar ra ini, Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, tersenyum :

"Tiada seorang pun yang bernaung di kolong langit dan bercokol diatas hamparan bumi ini lebh jujur ucapannya, selain Abu Dzar", ujar Rasul Shallahu alaihi wa sallam.

Jadi, penyebab yang paling besar bagi seorang hamba untuk meraih hidayah ialah bila mempunyai keinginan yang keras untuk mendapatkannya sebagaimana yang disebutkan dlam firman-Nya :

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepad mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar berserta orang-orang yang berbuat baik". (QS : al-Ankabut : 69).

Hutang ?

berhati hatilah dengan hutang. Terlebih bila kita berhutang terhadap manusia dan bahkan kita tidak berniat untuk melunasi atau membayarnya. Bayangkan bahaya dari hutang yaitu : pernah di zaman Nabi ada seorang yg berjihad, dan orang tersebut gugur dalam perang secara jihad. akan tetapi orang tersebut masih memiliki banyak hutang kepada orang lain, dan Nabi pun menjelaskan orang jihad tersebut belum tentu langsung memasuki syurga dikarenakan hutangnya tersebut yg belum dilunasi. So, b hati"lah terhadap Hutang. Jangan meremehkan hutang. Sekalipun jumlahnya yg kecil ... Semoga kita semua di jauhi dari hutang. aminnnn

Senin, 08 Agustus 2011

Menyegarkan Berbuka

Rasulullah SAW bersabda : "Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka."

(HR. Muslim)

Keberkahan Sahur

Rasulullah SAW bersabda : "Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Berpuasa

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu."

(HR. Bukhari)

Murah Hati (dermawan)

Rasulullah SAW bersabda : "Maafkanlah kesalahan orang yang murah hati (dermawan). Sesungguhnya Allah menuntun tangannya jika dia terpeleset (jatuh). Seorang pemurah hati dekat kepada Allah, dekat kepada manusia dan dekat kepada surga. Seorang yang bodoh tapi murah hati (dermawan) lebih disukai Allah daripada seorang alim (tekun beribadah) tapi kikir".

(HR. Ath-Thabrani)

keteguhan Hati Dalam Berbuat Kebaikan

Rasulullah SAW bersabda : "Janganlah kamu menjadi orang yang 'ikut-ikutan' dengan mengatakan 'Kalau orang lain berbuat kebaikan, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim kami pun akan berbuat zalim'. Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, 'Kalau orang lain berbuat kebaikan kami berbuat kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan kami tidak akan melakukannya'."

(HR. Tirmidzi)

adab ketika makan

Rasulullah SAW bersabda : "Wahai anak, ucapkanlah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di hadapanmu".

(HR. Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda : "Sebaik-baik kamu ialah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya".

(HR. Bukhari)

saling menyayangi

Rasulullah SAW bersabda : "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayangi dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam."

(HR. Muslim)

bertanggung jawab atas kepemimpinan

Rasulullah SAW bersabda : "Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam (amir) pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang isteri pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya."

(HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW bersabda : "Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan."

(HR. Ath-Thabrani dan Al Bazzar)

Jumat, 22 Juli 2011

.. Seorang yg Gugur dalam Jihad belum tentu bisa langsung measuk dalam syurga, mengapa ? karena orang tersebut belum melunasi hutang" yg belum dia lunasi semasa hidupnya. Maka berhati hatilah terhadap hutang, jangan diremehkan, sekalipun jumlahnya sangat kecil, bila orang yg dihutangi tidak ikhlas maka surga tidak akan kita raih ...

Rabu, 20 Juli 2011

Bintang itu indah, namun hati hati dalam pemaknaan nya

... hai para kaum muslimin dan muslimah, bila kita ingin hidup tentram itu mudah saja, solusinya jangan sering sering deh melihat bintang dilangit yg begitu indah karena kerlipannya, tapi jauh sekali untuk kita meraihnya di ribuan kilometer diatas langit. cobalah untuk terus melihat kerikil dan pasir yg ada dibawah kita, jgn terlalu sering melihat orang kaya, jangan terlalu sering melihat gaji orang yg lebih besar daripada kita, jangan terlalu syirik dengan orang yg memiliki banyak proyek, tetapi lihatlah para orang yg dibawah kita, Hati tentu akan adem ayem, hati akan tentram dengan kita melakukan hal tersebut dan itu pasti, jadi marilah kita berfikir, semua sudah ada yg mengatur. Rizki kita tentu Tuhan sudah mengatur. yg penting kita ikhlas dan tawakkal, selamat berjuang ...

Sendi Ikhsan Budiarto

Al - Mulk

... Ingin anda dilindungi oleh ribuan malaikat ? pasukan prajurit utusan Tuhan ? silahkan baca suroh Al - Mulk, rasakan kehebatannya dan coba maknai artinya jangan hanya di lafalkan saja...

Sabtu, 09 Juli 2011

" Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang - orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang - orang yang beriman " Ali Imran - 139

Orang yg paling menyesal

" Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah seseorang yg mendapatkan kesempatan untuk mencari ilmu agama ketika hidup di dunia, tetapi ia tidak mau mencarinya dan seseorang yang mengajarkan ilmu agama lalu yg diajarinya mengamalkannya serta yg mengajarkannya tidak mengamalkannya" ... Ibnu asakir

Selalu Bersyukur dan Bersyukur

Syukurilah semua yang kita miliki.. jangan sapmpai kita harus kehilangan semuanya, baru kita dapat merasakan betapa berartinya apa yang kita miliki
Apakah kita kita tidak merasa bahagia dengan keadaan kita? Maka bersyukurlah.. dengan bersyukur kita dapat membuat diri kita bahagia.
Bahagia merupakan pilihan diri kita sendiri. Apakah kita mau bahagia atau tidak, kita sendiri yang harus memilih

Manusia Tidak Boleh Sombong

Ternyata Manusia itu Tidak Ada Hebatnya :

Jangan bangga dengan kecantikan/ketampanan, karena pd akhirnya akan menjadi tulang ?
Jangan bangga dengan pakaian berdasi, karena pakaian terakhir adalah kain kafan ?
Jangan bangga dengan mobil dan motor, karena kendaraan kita terakhir adalah mobil jenasah ?.
Jangan bangga dengan tempat tidur yang empuk, karena tempat tidur terakhir adalah tanah ?,
Jangan bangga dengan rumah yang mewah,karena rumah terakhir adalah kubur ?,
Jangan bangga dengan titel,karena titel kita yang terakhir adalah almarhum ? ( ~.~ )
Intinya barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegahlah di dalam Tuhan.

Jumat, 08 Juli 2011

Sabar

... Semua itu misteri Tuhan, manusia hanyalah pameran dalam drama kehidupan ini. Dialah yang mengatur semua ini, dan yang paling terpenting adalah kita tahu Tuhan pasti menyimpan sesuatu yang amat indah dibalik setiap babak kehidupan kita ...

Jumat, 24 Juni 2011

Fenomena Istri Saat Ini

Saat ini banyak lelaki yang mengatakan betapa susahnya mencari pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria syariat. Apalagi di kota-kota besar di mana pergaulan anak-anak perempuan begitu bebas. Belum lagi pengaruh budaya impor dari Barat yang masuk melalui telivisi yang kemudian ditiru menjadi gaya hidup. Zaman sekarang, untuk mencari pasangan memang harus hati-hati.

Laki-laki bila ditanya kriteria apa yang diinginkan untuk calon istrinya, yang pertama dijawab pasti wanita yang keibuan. Artinya wanita itu punya sifat lembut, penuh kasih sayang, cinta kepada anak kecil dan punya sifat perhatian.

Nah, kenyataannya pada masa sekarang, telah jarang wanita punya sifat keibuan. Yang jadi fenomena saat ini adalah para wanita muda senang hura-hura, mengidolakan artis-artis sinetron yang jelas-jelas punya prilaku bebas, matre/ materialistis (cinta harta), malas dan boros. Dan yang lebih parah lagi yaitu mereka tidak mengerti agama.

Kepada ALLAH ia jauh, sedang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka tidak kenal. Dengan orang tua tak ada hormatnya, bahkan senang menghujat orang tua temannya (yang maksudnya mungkin baginya hanya saling canda, tetapi karena panduannya sinetron maka candanya itu mengumpat orang tua temannya). Padahal itu termasuk dosa besar. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِنْ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ

Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Di antara dosa besar adalah seorang laki-laki mencela kedua orang tuanya." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, 'Apakah (mungkin) seorang laki-laki mencela orang tuanya? ' Beliau menjawab: "Ya. Dia mencela bapak seseorang lalu orang tersebut (membalas) mencela bapaknya, lalu dia mencela ibunya, lalu orang tersebut (membalas) mencela ibunya." (Hadits muttafaq ‘alaih, disepakati shahihnya oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Dan satu lagi fenomena rusaknya wanita muda sekarang, yaitu sangat percaya diri yang sangat kuat dan dihinggapi pula apa yang disebut narsis sehingga mengakibatkan hilangnya rasa tawadhu’, apalagi rasa takut kepada ALLAH, itu hal yang tak mereka fikirkan.

Dikhabarkan, semakin mendekati qiyamat, jumlah wanita lebih banyak dari laki-laki. Dalam kenyataan, meskipun wanita itu banyak, tetapi laki-laki tetap susah untuk memilih wanita sebagai pendamping hidupnya. Lain hal dengan laki-laki yang asal pilih. Asal senang sama senang sudah jadi. Yang begini tentu saja akan mudah didapat.

Ketika si wanita telah menjadi istri, ia tidak paham bagaimana mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Ia tidak tahu kewajiban untuk beribadah kepada Robb nya, karena selama menjadi remaja, ia hanya hura-hura. Ia pun tidak paham bagaimana bakti kepada suami. Karena selama ramaja panduan pendidikannya adalah artis-artis sinetron, yang diantaranya mengajarkan seorang istri melawan suami, seorang istri tidak tunduk kepada suami, dan digambarkan bagaimana cara menentang suami agar suami takut dengan istri.

Fenomena rusaknya wanita masa kini yang jauh dari kriteria wanita yang keibuan telah merasuki hampir seluruh wanita-wanita muda yang akan menjadi ibu rumah tangga. Padahal untuk memasuki dunia rumah tangga ada kewajiban yang besar yang mau tidak mau harus diikuti yaitu bakti kepada suami.

Hidup adalah untuk ibadah kepada sang pencipta, ALLAH SWT. Salah satu ibadah seorang istri yakni mematuhi aturan Allah dan Rasul-Nya adalah berbakti kepada suami.

Janganlah diikuti fenomena yang sekarang sedang melanda para wanita.

Ikuti apa yang telah diajarkan agama. Karena biar bagaimanpun wanita dituntut untuk punya sifat keibuan dalam perannya sebagai istri. Wanita dituntut untuk taat kepada ALLAH SWT dan bakti kepada suaminya.

Bila perannya sebagai istri tetapi prilakunya masih mengikuti fenomena yang melanda para wanita muda masa kini, prilakunya mengikuti sinetron-sinetron maka tak akan ada kata tenteram dalam rumah tangganya dan tunggulah saat kehancuran diri dan keluarganya, serta tak akan ada jaminan selamatnya seorang ibu rumah tangga kelak di akhirat. Maka satu-satunya jalan menuju ketenteraman jiwa dan ketenteraman keluarga adalah bakti kepada suami setelah bakti kepada Allah Ta’ala. Ikuti peraturan agama. Selalu belajar sabar untuk menjalani peran sebagai istri dengan sederet kewajiban yang harus ditaati.

Perlu disadari Ridho ALLAH berkaitan pula dengan hubungan isteri terhadap suami. Sebaliknya, kemarahan suami dapat mengakibatkan datangnya laknat bagi isteri. Contohnya adalah apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا بَاتَتْ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabdda: "Apabila seorang wanita bermalam sementara ia tidak memenuhi ajakan suaminya di tempat tidur, maka Malaikat melaknatnya hingga pagi." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Ini menunjukkan haramnya isteri menolak ajakan suami di tempat tidur tanpa halangan syar’i dan tidak karena haidh (ketika haidh pun suami masih punya hak untuk bersenang-senang dengan isteri di luar kain). Hadits ini artinya, laknat akan terus menerus atas isteri sehingga ia tidak lagi maksiat (dengan penolakannya itu) karena telah terbitnya fajar atau dengan bertaubatnya atau kembali ke tempat tidur suaminya.

Sebaliknya, suami juga tidak boleh dhalim kepada isteri. Sehingga lelaki yang terpuji adalah yang paling baik akhlaqnya terhadap keluarganya yakni terutama kepada isteri.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَإِذَا مَاتَ صَاحِبُكُمْ فَدَعُوهُ

Dari 'Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang baik kepada keluarganya, apabila sahabat kalian meninggal, maka biarkanlah (jangan mengungkit-ungkit kejelekannya)." (HR Ad-Darimi).

Ketika isteri berbakti kepada suami, sedang suami adalah orang yang baik kepada isterinya, maka di situlah terjalin rumah tangga yang harmonis dalam ridho Allah, insya Allah. Dan itulah yang disebut keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, keluarga yang tenteram, diliputi cinta dan kasih sayang. Itu semua hanya dapat diperoleh dengan jalan mengikuti petunjuk Allah Ta’ala yang telah dibawa oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa salam. Oleh karena itu dalam hadits, wanita yang direkomendasikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diperisteri adalah yang baik agamanya. Bila tidak, maka celaka.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَز أخرجه البخاري، ومسلم ، وأبو داود، والنسائي.

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata: "Wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamannya. Carilah yang memiliki agama yang baik, maka engkau akan beruntung." (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan An-Nasaai).

Sebagaimana agama (Islam) itu hanya untuk kemaslahatan di dunia dan akherat, maka ketika orang memiliki ilmu agama dan mengamalkannya dengan baik, di situlah maslahat yang besar bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akherat. Demikian pula dalam berumah tangga. Maka rumah tangga yang diharapkan berisi isteri yang berbakti kepada suami dan suami yang baik terhadap isteri dan keluarganya tidak lain hanya ada pada orang-orang yang mengerti agama dan mentaatinya.

Oleh karena itu bagi wanita yang sudah berkeluarga, handaknya tidak henti-hentinya menimba ilmu agama dan mengamalkannya agar mampu berbakti kepada Allah dan juga kepada suami serta bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi amanahnya. Sedangkan wanita yang belum atau tidak bersuami pun demikian pula, karena mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya itu bukan hanya untuk ketika adanya suami. Berbakti kepada Allah itu wajib, kewajiban nomor satu, dan itu wajib pula dilandasi dengan ilmu. Maka bagaimanapun, mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya itu tetap dituntut dalam hidup ini.

Dan berbahagialah para wanita yang mampu menjalankan ini. Sehingga mampu berbakti kepada Allah, masih pula berbakti kepada suami.

Seberapa kadar berbakti kepada suami itupun perlu dipelajari dari petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menegaskan:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ ».

“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan para wanita agar bersujud kepada suami-suami mereka, karena hak yang telah Allah berikan atas mereka." (HR Abu Daud, dishahikan Al-Albani dalam Shahih Abi Daud nomor 1873).

Itulah petunjuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila isteri mematuhi agamanya (Islam) dan taat kepada suaminya (mengenai hal-hal yang tidak dilarang Allah dan Rasul-Nya) maka diberi khabar gembira sebagai berikut:


عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ (ابن حبان عن أبى هريرة . أحمد عن عبد الرحمن بن عوف . البزار عن أنس)

Dari Abdurrahman bin Auf berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan ta'at kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya; 'Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu inginkan'." (HR Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Bazzar, menurut Al-Albani hasan lighairih).

Khabar gembira dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu hendaknya diperhatikan dan ditaati oleh setiap wanita Muslimah, agar berbahagia di dalam berumah tangga atau hidup di dunia ini, dan juga bahagia di akherat kelak.

(Dari buku Lifestyle Wanita Muslimah, Meluruskan Gaya Hidup Semu, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Juni 2011).

"‎​Rasulullah S.A.W Bersabda, “Jika kamu membaca 2 kalimat syahadat dengan keyakinan sekali saja, Syurga akan menanti kamu.”

Rasulullah S.A.W. Bersabda, “Seorang wanita yang membuka auratnya atau bahkan mengenakan pakaian yang ketat, tidak akan mencium wanginya surga selama lebih dari 500 tahun"

Rasulullah S.A.W. Bersabda, “Debu yang menempel pada diri seorang pria ketika pergi keluar di jalan Allah, tidak hanya api, tapi asap neraka diharamkan untuk seluruh bagian tubuhnya.”

Rasulullah S.A.W. Bersabda, “Aku hanya mengutuk 3 jenis orang”
1. Orang yang tidak menjaga orang tua mereka ketika tua
2. Orang yang tidak mengambil hikmah dari bulan ramadhan yang diberkahi
3. Orang yang tidak mengucapkan, 'Salallahu -Alaihi wa ala alii Wasallam' ketika namaku disebutkan.“

Rasulullah S.A.W Bersabda, “Orang yang cerdas adalah orang yang selalu memikirkan dan mempersiapkan kematian

“Lucu ya.. Betapa mudahnya orang mengabaikan Allah... Dan mereka terheran – heran mengapa dunia menjadi hancur"

“Lucu ya.. Kita percaya apa yang tertulis di koran.. tapi mempertanyakan yang tertulis di dalam alqur’an”

“Lucu ya bagaimana orang bisa berkata ‘Aku percaya Kepada Allah’..tapi masih mengikuti syaitan"

“Lucu ya.. Kita bisa mengirim ribuan ‘lelucon’ melalui e-mail dan mereka menyebar seperti api.. Tapi ketika kamu mulai mengirim pesan tentang Allah, orang – orang berfikir 2 kali untuk berbagi"

“Lucu ya, bagaimana orang begitu berbondong – bondong setiap hari ke mall...tetapi malas - malasan ke masjid”
Jangan gelisah bila dibenci manusia,karena di bumi yg luas ini,mungkin masih banyak yang menyayangimu,

tetapi gelisahlah bila Allah membencimu,, kemana lagi kita akan mencari perlindungan??

Berusahalah membuatNya menyayangi kita

Semua berawal dari
Diri sendiri
Dari hal2 kecil
Dan dari saat ini
(rezamuslim)

Lalaikan Sholat

Kerugian meninggalkn sholat :

Shubuh : cahaya wajah akan pudar.

Dzuhur : berkah pendapatan akan hilang.

Ashar : kesehatan mulai terganggu.

Maghrib : pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti.

Isya' : kedamaian dalam tidur sulit didapatkan.

Selasa, 21 Juni 2011

Rasulullah SAW bersabda : "Ada dua anugerah yang disia-siakan manusia; kesehatan dan waktu luang".

(HR. Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda : "Hak kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya ada lima. Pertama menjawab salam. Kedua menjenguk yang sakit. Ketiga mengantar jenazah. Keempat memenuhi undangan. Kelima mendo'akan orang yang bersin".

(HR. Muttafaq 'Alaih)
Rasulullah SAW bersabda : "Setiap hari, dua malaikat turun ke bumi. salah seorang dari mereka berkata, 'ya Allah, gantilah harta orang yang bersedekah di jalan-Mu'. Sedangkan yang satunya lagi berkata, 'ya Allah, binasakanlah harta orang yang menahan hartanya untuk disedekahkan".

(HR. Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa membanggakan dirinya sendiri dan berjalan dengan angkuh maka dia akan menghadap Allah dan Allah murka kepadanya".

(HR. Ahmad)
Rasulullah SAW bersabda : "Apabila seseorang mengantuk saat akan shalat hendaklah ia tidur sampai hilang ngantuknya, sebab bila shalat dalam keadaan mengantuk dia tidak menyadari bahwa ketika beristighfar ternyata dia memaki dirinya."

(HR. Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda : "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya).

(HR. Muslim)
Rasulullah SAW bersabda : "Cintailah anak-anak dan kasih sayangi lah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki."

(HR. Ath-Thahawi)
Rasulullah SAW bersabda : "Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk."

(HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa pergi ke masjid pada waktu pagi atau sore hari, maka Allah menyediakan untuknya suatu hidangan -yang lazim diberikan untuk tamu- di syurga, setiap kali ia pergi pagi atau sore hari itu."

(HR. Muttafaq 'Alaih)
Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat (waktu). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam."

(HR. Muslim)

Sabtu, 18 Juni 2011

Berbuat Baik

Sering seringlah berbuat baik di Bulan Rajab ini, karena rajab ini termasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT selain 3 bulan lainnya, yaitu Dzulqo'dah, Dzulhidjjah, dan Muharram. Mari meningkatkan ibadah kita di bulan Rajab ini agar senantiasa akhirat dapat kita tabung... Aminn

Selasa, 31 Mei 2011

Menuntut Ilmu

Rasulullah SAW bersabda : "Jadilah kamu orang yang mengajar atau belajar atau pendengar (orang mengaji), atau pecinta (mencintai ilmu) dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima (artinya tidak mengajar, tidak belajar, tidak suka mendengarkan pengajian, dan tidak mencintai ilmu), maka kamu akan hancur".

(HR. Al-Baihaqi)

Senin, 30 Mei 2011

datang awal waktu

Rasulullah SAW bersabda : "Pada setiap hari Jumat para malaikat berdiri di depan pintu masjid menuliskan nama-nama orang secara berurutan. Ketika Imam telah duduk (diatas mimbarnya) mereka menutup buku catatannya dan duduk mendengarkan khutbahnya".

(HR. Bukhari)

Tanda - tanda orang munafik

Rasulullah SAW bersabda : "Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang."

(HR. Muslim)

menguap

Rasulullah SAW bersabda : "Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata 'huah' (pada saat menguap), setan akan menertawakannya."

(HR. Bukhari)

Minggu, 29 Mei 2011

keikhlasan

Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu."

(HR. Muslim)

Shalat adalah amalan yg utama

Rasulullah SAW bersabda : "Amal yang pertama kali akan dihisab untuk seseorang hamba nanti pada hari kiamat ialah shalat, maka apabila shalatnya baik (lengkap), maka baiklah seluruh amalnya yang lain, dan jika shalatnya itu rusak (kurang lengkap) maka rusaklah segala amalan yang lain."

(HR. Ath-Thabrani)

berbuat baik kepada keluarga

Rasulullah SAW bersabda : "Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya."

(HR. Ar-Ridha)

syukuri nikmat Allah

Rasulullah SAW bersabda : "Pandanglah orang yang di bawah kamu dan janganlah memandang kepada yang di atasmu, karena itu akan lebih layak bagimu untuk tidak menghina kenikmatan Allah untukmu."

(HR.Muslim)

berdo'a dengan kesungguhan hati

Rasulullah SAW bersabda : "Apabila kamu berdoa janganlah berkata,"Ya Allah ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki." Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya."

(HR. Bukhari dan Muslim)

bargaul dan berbicara

Rasulullah SAW bersabda : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang sholeh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang Buruk."

(HR. Al-Hakim)

kaya harta dan kaya ilmu

Rasulullah SAW bersabda : "Janganlah ingin menjadi seperti orang lain kecuali seperti dua orang ini.
Pertama, orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah ruah dan ia membelanjakannya secara benar (di jalan yang adil dan sesuai dengan perintah Allah). Kedua, orang yang diberi Allah al-hikmah dan ia berperangai sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain."

(HR. Bukhari)

Sabtu, 21 Mei 2011

HAk Yg Sama

... Derajat Manusia Itu Adalah Sama, Bagaikan Gigi Geligi Sisir dan Punya Hak Yang Sama Pula Untuk Menikmati Rezeki, dan Bahwa Tidak Ada Kelebihan Seseorang Atas Orang Lain Kecuali Dengan Takwanya.

( Abu Dzar Al-Ghifariy)

Kepemimpinan

Sabda Rasulallah SAW :
" Jabatan dan Kepemimpinan adalah Amanat dan Akan Menjadi Penyebab Kehinaan dan Penyesalan di Hari Kiamat. Kecuali Bagi Orang Yang Melaksanakannya Dengan Sebaik Baiknya dan Melaksanakan Kewajibannya Dengan Penuh Tanggung Jawab. "

( Masih Nafsu Jadi Pemimpin yg Serakah ? )

Jumat, 20 Mei 2011

Fetuah

Jika Orang Tinggi Mencapai Pengertian, Ia Akan Rendah Hati. Dan Jika Orang Rendah Mencapai Pengertian, Ia Akan Tinggi Hati. ( Ali Bin Abi Thalib )

Rabu, 18 Mei 2011

hai muslimah

maka janganlah kamu tunduk melemah lembutkan dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yg baik... QS Al.Azhab, 33:32

hai muslimah

Hai Muslimah : Rasulullah SAW mengungkapkan :

" Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya : Laki - laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan perempuan-perempuan yang berpakaian, tapi telanjang dan berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk unta. Mereka itu tidak masuk syurga dan tidak pula mencium baunya. Padahal, bau syurga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian” (HR Muslim)…

Dikhususkan untuk kau muslimah yang ingin meperbaiki diri. Selamat berjuang.

Rabu, 11 Mei 2011

keuntungan lelaki

Rasulullah SAW bersabda : "Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu : pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu."

(HR. Hakim)

seorang Mukmin

Rasulullah SAW bersabda : "Diantara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati."

(HR. Ad-Dailami)

Sholat Tepat Pada Waktunya

Rasulullah SAW bersabda : "Tidaklah seseorang memasuki waktu shalat wajib kemudian ia berwudhu dengan sempurna dan shalat dengan khusyu, sambil memelihara ruku'nya, melainkan akan terhapus dosa-dosanya yang telah lalu selama tidak melakukan dosa besar, hal itu berlaku sepanjang masa".

(HR. Muslim)

mengutamakan awal sholat Jum'at

Rasulullah SAW bersabda : "Pada setiap hari Jumat para malaikat berdiri di depan pintu masjid menuliskan nama-nama orang secara berurutan. Ketika Imam telah duduk (diatas mimbarnya) mereka menutup buku catatannya dan duduk mendengarkan khutbahnya".

(HR. Bukhari)

menguap

Rasulullah SAW bersabda : "Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata 'huah' (pada saat menguap), setan akan menertawakannya."

(HR. Bukhari)

Minggu, 08 Mei 2011

Malam Hari

Rasulullah SAW bersabda, “apabila malam telah tiba, tahanlah anak-anak kalian, karena saat itulah para syetan bergentayangan. Jika telah berlalu beberapa saat, maka lepaskanlah mereka kembali.”

Syetan bisa berkeliaran kapan saja, malam atau siang hari. Hanya saja keberadaan mereka di malam hari lebih liar seperti yang disabdakan Rasulullah SAW. Imam ibnu hajar al’asqolani berkata, ”kenapa syetan bertebarannya di malam hari? Karena mobilitas mereka lebih leluasa di waktu malam daripada waktu siang. Kekuatan syetan dalam kegelapan malam lebih sempurna.” (fathul bari: 341).

Kenyataan membuktikan bahwa kejahatan di malam hari prosentasenya lebih banyak daripada di siang hari. Banyak para syetan baik dari kalangan jin maupun kalangan manusia lebih nyaman beraksi di malam hari. Para dukun dan tukang sihir lebih nyaman melakukan ritual di malam hari. Begitu juga para pencuri, perampok, pembunuh, pezina, pelacur, pemabuk, dan penjudi. Bagi mereka, malam hari adalah saat yang tepat untuk berbuat jahat dan maksiat.

Kita sendiri juga merasakannya. Betapa beratnya beribadah di malam hari. Godaan dan tantangannya jauh lebih dahsyat. Hal ini masih ditambah kuatnya dorongan untuk bermaksiat kepada Allah SWT di waktu malam. Banyak sekali umat islam masa kini, terutama yang di kota-kota besar, yang melalaikan shalat malam seperti shalat menjelang malam, shalat maghrib, hingga shalat menjelang pagi, shalat shubuh. Padahal ibadah di malam hari, khususnya ibadah shalat wajib, dosanya jauh lebih besar daripada ibadah di siang hari jika kita lalai mengerjakannya.

Dalam hal ini menarik untuk menyimak sabda Rasulullah SAW saw. ”shalat yang paling berat bagi kaum munafik adalah shalat ’isya dan shubuh. Padahal jika mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, niscaya mereka akan melaksanakannya meskipun harus merangkak.” (hr. Ahmad dan disahihkan syekh albani). Pada hadistnya yang lain, baginda bersabda, ”ikatan islam itu terkait satu sama lain. Jika satu ikatan telah lepas, maka manusia akan terseret untuk melepas ikatan berikutnya. Ikatan yang pertama kali lepas dari kaum muslimin adalah hukum islam. Yang terakhir ialah shalat.” (hr. Ahmad dan thabrani).

Rasulullah SAW saw pernah bersabda kepada istrinya mengenai kejahatan malam hari. Pesan yang juga ditujukan kepada kita sebagai umatnya. Sayyidah ’aisyah berkata, ”sesungguhnya pada suatu malam, Rasulullah SAW pernah melihat bulan, lalu bersabda; ”wahai aiysah! Berlindunglah kepada allah dari kejahatan (malam hari), karena inilah yang disebut sebagai alghaisiqu idza waqab.” (hr. Tirmidzi, hadits yang hasan dan sahih). Arti alghaisiqu idza waqab menurut para mufassir adalah kejahatan malam apabila mulai gelap, atau kejahatan saat matahari tenggelam dan malam mulai tiba. Alqur’an sendiri memberikan pedoman bagi umat islam yang ingin melindungi dirinya dari kejahatan malam, yakni membaca surat alfalaq dari ayat 1 sampai ayat 5. Kelimanya berisi sebagai berikut;

  1. ”katakanlah, ’aku berlindung kepada tuhan yang menguasai shubuh.”
  2. ”dari kejahatan makhluknya.”
  3. ”dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.”
  4. ”dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang menghembus pada buhul-buhul.”
  5. ”dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Hal-hal yang harus kita waspada-waspada eh waspadai dari kejahatan malam....

  1. Pembangkangan shalat berjamaah.

Sebagian muslim yang bodoh dan zalim, baik dari kalangan awam hingga kaum elite, tidak sedikit yang mengatakan; ”shalat itu sudah tidak penting lagi. Yang penting adalah dalam hidup ini kita berkarya untuk kepentingan banyak orang semaksimal mungkin. Kita bantu mereka yang membutuhkan dengan menyantuni atau memberi modal kepada mereka. Kita jaga lidah dan perbuatan kita supaya tidak menyakiti sesama. Buat apa shalat kalau tidak punya kepekaan sosial, suka menyakiti dan merugikan orang lain, suka korupsi dan menipu.”

Inilah pendapat manusia yang dikuasai oleh syetan dan hawa nafsunya sendiri. Syetan dan hawa nafsu memang sering menjadikan setiap manusia yang dikuasai keduanya memandang baik atau positif perbuatan negatif yang mereka lakukan. Padahal tindakan melalaikan ibadah wajib itu tercela di hadapan allah. Mereka baik di mata manusia tapi buruk di hadapan sang khalik. Rasulullah SAW saw bersabda; ”bertakwalah kamu kepada allah di manapun kamu berada. Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan yang baik, karena hal itu akan menghapusnya. Bergaullah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” (hr. Tirmidzi, hadist yang hasan dan sahih).

  1. Perang belum selesai

Iblis pernah berkata kepada Allah SWT, ”karena engkau telah menghukum aku sebagai yang tersesat, aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalanmu yang lurus. Aku akan mendatangi mereka dari muka, belakang, kanan dan kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka (manusia) bersyukur (/taat).” (qs. Ala’raf: 16-17). Itulah deklarasi perang yang tidak akan pernah berakhir antara kaum iblis dan semua yang mengikuti mereka kepada setiap manusia. Mereka tidak akan pernah berhenti menggoda, menghasut, memperdaya, dan menarik manusia dari jalan kebenaran kepada jalan kebatilan. Mereka akan selalu berusaha keras dan cerdas membuat manusia durhaka kepada Allah SWT. Manusia-manusia yang celaka itu akan selalu mengikuti jejak mereka menjadi teman pendamping di dunia, dan teman pendamping dalam merasakan kesengsaraan neraka jahannam di akhirat nanti. Naudzubillah min dzaalik.

Iblis dan anak buahnya dari bangsa jin dan manusia akan selalu membenci luar biasa melihat manusia yang taat beribadah kepada allah. Untuk itulah mereka menyusun pasukan elit yang khusus menggoda manusia agar melalaikan shalatnya. Pasukan elit itu bernama setan khanzab atau khinzab. ’Utsman bin abil ’ash berkata; ”wahai Rasulullah SAW, sesungguhnya syetan telah menggangguku dalam shalatku, sehingga bacaan shalatku menjadi kacau. Beliau bersabda, ”itulah syetan yang bernama khinzab. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka berlindunglah kepada allah dan meludahlah ke arah kirimu sebanyak 3 kali. ’Utsman pun berkata; ”aku pun melakukan hal itu, dan allah menghilangkan gangguan itu dariku.” (hr. Muslim, no. 4083).

  1. Syetan-syetan dalam wujudnya yang lain yang sering memperdaya manusia;

A. Syetan lelah. ”buat apa sih shalat sekarang? Nanti saja shalatnya, sedang lelah nih!” Begitulah hasutan si syetan kelelahan.

B. Syetan televisi. ”nanti saja shalatnya. Acaranya lagi seru nih!”

C. Syetan game. ”nanti saja shalatnya. ’Kan kamu lagi seru nih mainnya? Kalau shalat dulu, harus ’ngulang lagi dari awal. Capek deeehhh...!”

D. Syetan internet. ”malas ’ah shalat dulu. Sekarang gw lagi chatting nih di internet dengan calon gebetan baru. Jarang-jarang ’kan gw dapat gebetan sekeren ini.” Lain waktu; ”gila! Keren banget sih site ini? Entar-entar aja deh shalatnya. ’Kan gw lagi download film?”

E. Syetan target. ”tahun ini gw harus bisa inggris, jepang, dan mandarin. Masalah shalat ’sih gampang deehh...” Atau ”pe’ernya masih banyak neehh... Pere’ dulu deh shalatnya” atau ”besok mau ujian. Mana gurunya killer lagi. ’Ah, perkara shalat ’sih ganciiillleee...”

F. Syetan mengantuk. Sama seperti setan lelah. ”ngantuk nih gw. Shalatnya 10 menit lagi deh. Gw mau tidur dulu.” Atau ”gw kayaknya ngantuk berat neehh... Hhooaaammm... Shalat? Gampang deehh...”

G. Syetan mengobrol. ”jadi si a orangnya begitu yah? Bla.bla.bla” lupa deh sama shalatmu...

H. Syetan bergadang. ”nanti malam ada bola nih. Gw nonton ’ah!” Lalu; ”gila! Masa jagoan gw kalah tanding sih ’coy? Benci gw!” Jadi, shalatmu???

I. Syetan nanti-nanti/tunda-tunda. ”gampanglah shalatnya... Nanti saja dilakuinnya. Yang penting ’sih gw enjoy ’aja dulu sekarang....”

J. Syetan shubuh/isya. ”bangun shubuh? Ngapain coba? ’Kan gw masih ngantuk beraaaatttt nneeehhhh....” Atau ”isyanya nanti dulu deehh... Biar gw gabung sama tahajud...” Ini lanjutan dari setan bergadang. ^___^

K. Syetan radio. ”musiknya lagi bagus. Nanti ’ajalah shalatnya...”

L. Syetan perjalanan. ”kan jauh jaraknya? Nanti aja deh kalau sudah sampe di sana... Gw baru akan shalat...”

M. Syetan dagang. ”pembelinya masih banyak. Entaran ’aja deh gw shalatnya....”

N. Syetan pakaian. ”gw nggak shalat dulu deehh... Pakaian gw kotor neehh... Nanti nggak sah lagi shalatnya?”

O. Syetan hobi. ”shalat? Nanti aja deh. Lagi seru-serunya neehh....”

P. Syetan qadha. ”gampang.... Shalatnya nanti diqadha ’aja... Beres khan?”

Q. Syetan sibuk. ”nggak shalat dulu deh gw. Klien gw udah nunggu di sana!” Jadi... Apakah anda salah satu dari salah satunya? Masih mau menjadi penduduk neraka karena mengikuti setan-setan di atas?