Selasa, 31 Mei 2011

Menuntut Ilmu

Rasulullah SAW bersabda : "Jadilah kamu orang yang mengajar atau belajar atau pendengar (orang mengaji), atau pecinta (mencintai ilmu) dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima (artinya tidak mengajar, tidak belajar, tidak suka mendengarkan pengajian, dan tidak mencintai ilmu), maka kamu akan hancur".

(HR. Al-Baihaqi)

Senin, 30 Mei 2011

datang awal waktu

Rasulullah SAW bersabda : "Pada setiap hari Jumat para malaikat berdiri di depan pintu masjid menuliskan nama-nama orang secara berurutan. Ketika Imam telah duduk (diatas mimbarnya) mereka menutup buku catatannya dan duduk mendengarkan khutbahnya".

(HR. Bukhari)

Tanda - tanda orang munafik

Rasulullah SAW bersabda : "Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang."

(HR. Muslim)

menguap

Rasulullah SAW bersabda : "Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata 'huah' (pada saat menguap), setan akan menertawakannya."

(HR. Bukhari)

Minggu, 29 Mei 2011

keikhlasan

Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu."

(HR. Muslim)

Shalat adalah amalan yg utama

Rasulullah SAW bersabda : "Amal yang pertama kali akan dihisab untuk seseorang hamba nanti pada hari kiamat ialah shalat, maka apabila shalatnya baik (lengkap), maka baiklah seluruh amalnya yang lain, dan jika shalatnya itu rusak (kurang lengkap) maka rusaklah segala amalan yang lain."

(HR. Ath-Thabrani)

berbuat baik kepada keluarga

Rasulullah SAW bersabda : "Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya."

(HR. Ar-Ridha)

syukuri nikmat Allah

Rasulullah SAW bersabda : "Pandanglah orang yang di bawah kamu dan janganlah memandang kepada yang di atasmu, karena itu akan lebih layak bagimu untuk tidak menghina kenikmatan Allah untukmu."

(HR.Muslim)

berdo'a dengan kesungguhan hati

Rasulullah SAW bersabda : "Apabila kamu berdoa janganlah berkata,"Ya Allah ampunilah aku kalau Engkau menghendaki, rahmatilah aku kalau Engkau menghendaki dan berilah aku rezeki kalau Engkau menghendaki." Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah berbuat segala apa yang dikehendakiNya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya."

(HR. Bukhari dan Muslim)

bargaul dan berbicara

Rasulullah SAW bersabda : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang sholeh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang Buruk."

(HR. Al-Hakim)

kaya harta dan kaya ilmu

Rasulullah SAW bersabda : "Janganlah ingin menjadi seperti orang lain kecuali seperti dua orang ini.
Pertama, orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah ruah dan ia membelanjakannya secara benar (di jalan yang adil dan sesuai dengan perintah Allah). Kedua, orang yang diberi Allah al-hikmah dan ia berperangai sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain."

(HR. Bukhari)

Sabtu, 21 Mei 2011

HAk Yg Sama

... Derajat Manusia Itu Adalah Sama, Bagaikan Gigi Geligi Sisir dan Punya Hak Yang Sama Pula Untuk Menikmati Rezeki, dan Bahwa Tidak Ada Kelebihan Seseorang Atas Orang Lain Kecuali Dengan Takwanya.

( Abu Dzar Al-Ghifariy)

Kepemimpinan

Sabda Rasulallah SAW :
" Jabatan dan Kepemimpinan adalah Amanat dan Akan Menjadi Penyebab Kehinaan dan Penyesalan di Hari Kiamat. Kecuali Bagi Orang Yang Melaksanakannya Dengan Sebaik Baiknya dan Melaksanakan Kewajibannya Dengan Penuh Tanggung Jawab. "

( Masih Nafsu Jadi Pemimpin yg Serakah ? )

Jumat, 20 Mei 2011

Fetuah

Jika Orang Tinggi Mencapai Pengertian, Ia Akan Rendah Hati. Dan Jika Orang Rendah Mencapai Pengertian, Ia Akan Tinggi Hati. ( Ali Bin Abi Thalib )

Rabu, 18 Mei 2011

hai muslimah

maka janganlah kamu tunduk melemah lembutkan dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yg baik... QS Al.Azhab, 33:32

hai muslimah

Hai Muslimah : Rasulullah SAW mengungkapkan :

" Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya : Laki - laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan perempuan-perempuan yang berpakaian, tapi telanjang dan berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk unta. Mereka itu tidak masuk syurga dan tidak pula mencium baunya. Padahal, bau syurga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian” (HR Muslim)…

Dikhususkan untuk kau muslimah yang ingin meperbaiki diri. Selamat berjuang.

Rabu, 11 Mei 2011

keuntungan lelaki

Rasulullah SAW bersabda : "Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu : pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu."

(HR. Hakim)

seorang Mukmin

Rasulullah SAW bersabda : "Diantara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati."

(HR. Ad-Dailami)

Sholat Tepat Pada Waktunya

Rasulullah SAW bersabda : "Tidaklah seseorang memasuki waktu shalat wajib kemudian ia berwudhu dengan sempurna dan shalat dengan khusyu, sambil memelihara ruku'nya, melainkan akan terhapus dosa-dosanya yang telah lalu selama tidak melakukan dosa besar, hal itu berlaku sepanjang masa".

(HR. Muslim)

mengutamakan awal sholat Jum'at

Rasulullah SAW bersabda : "Pada setiap hari Jumat para malaikat berdiri di depan pintu masjid menuliskan nama-nama orang secara berurutan. Ketika Imam telah duduk (diatas mimbarnya) mereka menutup buku catatannya dan duduk mendengarkan khutbahnya".

(HR. Bukhari)

menguap

Rasulullah SAW bersabda : "Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata 'huah' (pada saat menguap), setan akan menertawakannya."

(HR. Bukhari)

Minggu, 08 Mei 2011

Malam Hari

Rasulullah SAW bersabda, “apabila malam telah tiba, tahanlah anak-anak kalian, karena saat itulah para syetan bergentayangan. Jika telah berlalu beberapa saat, maka lepaskanlah mereka kembali.”

Syetan bisa berkeliaran kapan saja, malam atau siang hari. Hanya saja keberadaan mereka di malam hari lebih liar seperti yang disabdakan Rasulullah SAW. Imam ibnu hajar al’asqolani berkata, ”kenapa syetan bertebarannya di malam hari? Karena mobilitas mereka lebih leluasa di waktu malam daripada waktu siang. Kekuatan syetan dalam kegelapan malam lebih sempurna.” (fathul bari: 341).

Kenyataan membuktikan bahwa kejahatan di malam hari prosentasenya lebih banyak daripada di siang hari. Banyak para syetan baik dari kalangan jin maupun kalangan manusia lebih nyaman beraksi di malam hari. Para dukun dan tukang sihir lebih nyaman melakukan ritual di malam hari. Begitu juga para pencuri, perampok, pembunuh, pezina, pelacur, pemabuk, dan penjudi. Bagi mereka, malam hari adalah saat yang tepat untuk berbuat jahat dan maksiat.

Kita sendiri juga merasakannya. Betapa beratnya beribadah di malam hari. Godaan dan tantangannya jauh lebih dahsyat. Hal ini masih ditambah kuatnya dorongan untuk bermaksiat kepada Allah SWT di waktu malam. Banyak sekali umat islam masa kini, terutama yang di kota-kota besar, yang melalaikan shalat malam seperti shalat menjelang malam, shalat maghrib, hingga shalat menjelang pagi, shalat shubuh. Padahal ibadah di malam hari, khususnya ibadah shalat wajib, dosanya jauh lebih besar daripada ibadah di siang hari jika kita lalai mengerjakannya.

Dalam hal ini menarik untuk menyimak sabda Rasulullah SAW saw. ”shalat yang paling berat bagi kaum munafik adalah shalat ’isya dan shubuh. Padahal jika mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, niscaya mereka akan melaksanakannya meskipun harus merangkak.” (hr. Ahmad dan disahihkan syekh albani). Pada hadistnya yang lain, baginda bersabda, ”ikatan islam itu terkait satu sama lain. Jika satu ikatan telah lepas, maka manusia akan terseret untuk melepas ikatan berikutnya. Ikatan yang pertama kali lepas dari kaum muslimin adalah hukum islam. Yang terakhir ialah shalat.” (hr. Ahmad dan thabrani).

Rasulullah SAW saw pernah bersabda kepada istrinya mengenai kejahatan malam hari. Pesan yang juga ditujukan kepada kita sebagai umatnya. Sayyidah ’aisyah berkata, ”sesungguhnya pada suatu malam, Rasulullah SAW pernah melihat bulan, lalu bersabda; ”wahai aiysah! Berlindunglah kepada allah dari kejahatan (malam hari), karena inilah yang disebut sebagai alghaisiqu idza waqab.” (hr. Tirmidzi, hadits yang hasan dan sahih). Arti alghaisiqu idza waqab menurut para mufassir adalah kejahatan malam apabila mulai gelap, atau kejahatan saat matahari tenggelam dan malam mulai tiba. Alqur’an sendiri memberikan pedoman bagi umat islam yang ingin melindungi dirinya dari kejahatan malam, yakni membaca surat alfalaq dari ayat 1 sampai ayat 5. Kelimanya berisi sebagai berikut;

  1. ”katakanlah, ’aku berlindung kepada tuhan yang menguasai shubuh.”
  2. ”dari kejahatan makhluknya.”
  3. ”dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.”
  4. ”dari kejahatan wanita-wanita penyihir yang menghembus pada buhul-buhul.”
  5. ”dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Hal-hal yang harus kita waspada-waspada eh waspadai dari kejahatan malam....

  1. Pembangkangan shalat berjamaah.

Sebagian muslim yang bodoh dan zalim, baik dari kalangan awam hingga kaum elite, tidak sedikit yang mengatakan; ”shalat itu sudah tidak penting lagi. Yang penting adalah dalam hidup ini kita berkarya untuk kepentingan banyak orang semaksimal mungkin. Kita bantu mereka yang membutuhkan dengan menyantuni atau memberi modal kepada mereka. Kita jaga lidah dan perbuatan kita supaya tidak menyakiti sesama. Buat apa shalat kalau tidak punya kepekaan sosial, suka menyakiti dan merugikan orang lain, suka korupsi dan menipu.”

Inilah pendapat manusia yang dikuasai oleh syetan dan hawa nafsunya sendiri. Syetan dan hawa nafsu memang sering menjadikan setiap manusia yang dikuasai keduanya memandang baik atau positif perbuatan negatif yang mereka lakukan. Padahal tindakan melalaikan ibadah wajib itu tercela di hadapan allah. Mereka baik di mata manusia tapi buruk di hadapan sang khalik. Rasulullah SAW saw bersabda; ”bertakwalah kamu kepada allah di manapun kamu berada. Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan yang baik, karena hal itu akan menghapusnya. Bergaullah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” (hr. Tirmidzi, hadist yang hasan dan sahih).

  1. Perang belum selesai

Iblis pernah berkata kepada Allah SWT, ”karena engkau telah menghukum aku sebagai yang tersesat, aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalanmu yang lurus. Aku akan mendatangi mereka dari muka, belakang, kanan dan kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka (manusia) bersyukur (/taat).” (qs. Ala’raf: 16-17). Itulah deklarasi perang yang tidak akan pernah berakhir antara kaum iblis dan semua yang mengikuti mereka kepada setiap manusia. Mereka tidak akan pernah berhenti menggoda, menghasut, memperdaya, dan menarik manusia dari jalan kebenaran kepada jalan kebatilan. Mereka akan selalu berusaha keras dan cerdas membuat manusia durhaka kepada Allah SWT. Manusia-manusia yang celaka itu akan selalu mengikuti jejak mereka menjadi teman pendamping di dunia, dan teman pendamping dalam merasakan kesengsaraan neraka jahannam di akhirat nanti. Naudzubillah min dzaalik.

Iblis dan anak buahnya dari bangsa jin dan manusia akan selalu membenci luar biasa melihat manusia yang taat beribadah kepada allah. Untuk itulah mereka menyusun pasukan elit yang khusus menggoda manusia agar melalaikan shalatnya. Pasukan elit itu bernama setan khanzab atau khinzab. ’Utsman bin abil ’ash berkata; ”wahai Rasulullah SAW, sesungguhnya syetan telah menggangguku dalam shalatku, sehingga bacaan shalatku menjadi kacau. Beliau bersabda, ”itulah syetan yang bernama khinzab. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka berlindunglah kepada allah dan meludahlah ke arah kirimu sebanyak 3 kali. ’Utsman pun berkata; ”aku pun melakukan hal itu, dan allah menghilangkan gangguan itu dariku.” (hr. Muslim, no. 4083).

  1. Syetan-syetan dalam wujudnya yang lain yang sering memperdaya manusia;

A. Syetan lelah. ”buat apa sih shalat sekarang? Nanti saja shalatnya, sedang lelah nih!” Begitulah hasutan si syetan kelelahan.

B. Syetan televisi. ”nanti saja shalatnya. Acaranya lagi seru nih!”

C. Syetan game. ”nanti saja shalatnya. ’Kan kamu lagi seru nih mainnya? Kalau shalat dulu, harus ’ngulang lagi dari awal. Capek deeehhh...!”

D. Syetan internet. ”malas ’ah shalat dulu. Sekarang gw lagi chatting nih di internet dengan calon gebetan baru. Jarang-jarang ’kan gw dapat gebetan sekeren ini.” Lain waktu; ”gila! Keren banget sih site ini? Entar-entar aja deh shalatnya. ’Kan gw lagi download film?”

E. Syetan target. ”tahun ini gw harus bisa inggris, jepang, dan mandarin. Masalah shalat ’sih gampang deehh...” Atau ”pe’ernya masih banyak neehh... Pere’ dulu deh shalatnya” atau ”besok mau ujian. Mana gurunya killer lagi. ’Ah, perkara shalat ’sih ganciiillleee...”

F. Syetan mengantuk. Sama seperti setan lelah. ”ngantuk nih gw. Shalatnya 10 menit lagi deh. Gw mau tidur dulu.” Atau ”gw kayaknya ngantuk berat neehh... Hhooaaammm... Shalat? Gampang deehh...”

G. Syetan mengobrol. ”jadi si a orangnya begitu yah? Bla.bla.bla” lupa deh sama shalatmu...

H. Syetan bergadang. ”nanti malam ada bola nih. Gw nonton ’ah!” Lalu; ”gila! Masa jagoan gw kalah tanding sih ’coy? Benci gw!” Jadi, shalatmu???

I. Syetan nanti-nanti/tunda-tunda. ”gampanglah shalatnya... Nanti saja dilakuinnya. Yang penting ’sih gw enjoy ’aja dulu sekarang....”

J. Syetan shubuh/isya. ”bangun shubuh? Ngapain coba? ’Kan gw masih ngantuk beraaaatttt nneeehhhh....” Atau ”isyanya nanti dulu deehh... Biar gw gabung sama tahajud...” Ini lanjutan dari setan bergadang. ^___^

K. Syetan radio. ”musiknya lagi bagus. Nanti ’ajalah shalatnya...”

L. Syetan perjalanan. ”kan jauh jaraknya? Nanti aja deh kalau sudah sampe di sana... Gw baru akan shalat...”

M. Syetan dagang. ”pembelinya masih banyak. Entaran ’aja deh gw shalatnya....”

N. Syetan pakaian. ”gw nggak shalat dulu deehh... Pakaian gw kotor neehh... Nanti nggak sah lagi shalatnya?”

O. Syetan hobi. ”shalat? Nanti aja deh. Lagi seru-serunya neehh....”

P. Syetan qadha. ”gampang.... Shalatnya nanti diqadha ’aja... Beres khan?”

Q. Syetan sibuk. ”nggak shalat dulu deh gw. Klien gw udah nunggu di sana!” Jadi... Apakah anda salah satu dari salah satunya? Masih mau menjadi penduduk neraka karena mengikuti setan-setan di atas?

Sabtu, 07 Mei 2011

Orang yang akan di doakan Malaikat

Orang-Orang Yang Didoakan Malaikat

Artikel Islam - Monday, 02 July 2007

Kafemuslimah.com

Insya Allah berikut inilah orang - orang yang

didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam

keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam

pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya

Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam

keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani

dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang

diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia

berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan

mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah

sayangilah ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di

dalam shalat berjamaah.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para

malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang

berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat

berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam

shaf).

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para

malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang

menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam

Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang

Imam selesai membaca Al Fatihah.

Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca

'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka

ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa

ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka

ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah

melakukan shalat.

Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu

bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara

kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia

melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya,

(para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan

sayangilah ia'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan

'ashar secara berjama'ah.

Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada

saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai

hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari

hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada

siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul

lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang

ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik

(ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada

malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada

mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?',

mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang

melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan

mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka

pada hari kiamat'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan

orang yang didoakan.

Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk

saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang

yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada

kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil

baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya

dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata

'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia

dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana

pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2

malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya

berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang

berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah,

hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para

malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang -

orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat

Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin

menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus

70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat

kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di

waktu malam kapan saja hingga shubuh"

(Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra.,

Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,

"Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada

orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas

seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang

yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya

penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam

lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada

orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"

(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al

Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam

Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Sumber Tulisan Oleh :

Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang -orang yang Didoakan

Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir,

Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

Puasa

Puasa - Puasa Sunnah

Fiqh - Friday, 19 January 2007

Kafemuslimah.com

Puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Puasa enam hari pada bulan Syawwal.

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim, al-Tirmidzi, Abu dawud, dll).

2. Puasa Nabi Daud.

Nabi saw. bersabda, “Shalat yang paling Allah sukai adalah Shalat Daud. Dan puasa yang paling Allah sukai adalah puasa Daud. Ia tidur setengah malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Lalu, ia berpuasa satu hari dan berbuka satu hari.” (HR al-Bukhârî).

3. Puasa Hari Asyura dan Tasu’a (10 dan 9 Muharram).

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw. ditanya, “Shalat apa yang paling baik sesudah salat wajib?” beliau menjawab, “Shalat di tengah malam.” Lalu beliau ditanya, “Puasa apa yang paling baik sesudah Ramadhan?” beliau menjawab, “Bulan Allah yang kalian sebut dengan Muharram.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

Abu Musa al-Asy’ari berkata, “Hari asyura sangat diagungkan oleh Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya.” Maka, Rasulullah saw. bersabda, “Berpuasalah kalian pada hari tersebut.” (Muttafaq alaih).

Dalam riwayat lain rasulullah saw. bersabda, “Jika aku masih hdiup hingga tahun depan, aku akan berpuasa hari kesembilannya (pula).” (HR Ahmad dan Muslim).

4. Puasa hari Arafah (9 Dzul hijjjah) bagi yang tidak menunaikan haji.

Nabi saw. bersabda, “Puasa hari Arafah bisa menghapus dosa selama dua tahun, tahun lalu dan tahun yang akan datang. Sementara, puasa hari Asyura menghapus doosa tahun yang lewat.” (HR al-Jamaah kecuali Bukhari dan al-Tirmidzi).

5. Puasa pada bulan Sya’ban

Usamah bin Zaid berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa pada satu bulan seperti pada bulan Sya’ban.” Beliau menjawab, “Ia adalah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia. yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan saat amal diangkat menuju Tuhan, karena itu, aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.”(HR Abu Daud dan al-Nasai).

6. Berpuasa pada bulan-bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).

7. Puasa tiga hari pada setiap bulan qamariyah (13,14,15).

Abu Dzarr al-Ghifari berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk berpuasa dalam sebulan tiga kali: yaitu tanggal 13, 14, 15. Menurut beliau, ia seperti puasa setahun.” (HR al-Nasai).

8.Puasa Senin Kamis

Nabi saw. biasa melakukan puasa pada hari senin dan kamis. Maka, beliau ditanya tentang hal itu. Beliau menjawab, “Amal hamba dihamparkan pada hari senin dan kamis. Aku ingin amalku dihamparkan sementara aku dalam kondisi puasa.” (HR Abu Daud).

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.